Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Memperbaiki Cat Tembok yang Menggelembung agar Kembali Mulus

Kompas.com, 8 Januari 2026, 17:20 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Mengecat dinding rumah sering dianggap sebagai solusi praktis untuk menyegarkan tampilan ruangan. 

Sayangnya, hasil pengecatan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Salah satu masalah yang cukup sering muncul adalah cat tembok menggelembung. 

Cat tembok yang menggelembung tidak hanya soal estetika. Dalam beberapa kasus, gelembung pada cat bisa menjadi tanda adanya masalah tersembunyi, seperti kelembapan berlebih atau persiapan dinding yang kurang tepat. 

Jika tidak segera diperbaiki, lapisan cat akan semakin mudah terkelupas dan kerusakan bisa meluas.

Baca juga: 6 Tanda Dinding Rumah Berjamur yang Tidak Boleh Diabaikan

Penyebab cat tembok menggelembung 

Sebelum masuk ke tahap perbaikan, penting untuk memahami penyebab cat tembok menggelembung.

Faktor paling umum adalah kelembapan. Air yang terjebak di balik lapisan cat akan menimbulkan tekanan, sehingga cat terdorong keluar dan membentuk gelembung. 

Masalah ini sering terjadi di kamar mandi, dapur, atau dinding yang dekat dengan sumber air.

Selain itu, persiapan dinding yang kurang maksimal juga berpengaruh besar. Dinding yang masih berdebu, berminyak, atau tidak dibersihkan sebelum dicat membuat daya rekat cat menjadi lemah. Akibatnya, cat mudah terangkat dan menggelembung.

Baca juga: 6 Penyebab Cat Dinding Mengelupas dan Cara Memperbaikinya

Penggunaan cat berkualitas rendah, tidak memakai cat dasar (primer), mengecat saat cuaca terlalu panas atau lembap, hingga teknik pengecatan yang keliru juga dapat memperbesar risiko munculnya gelembung pada cat tembok.

Cara memperbaiki cat tembok yang menggelembung 

Dilansir dari House Beautiful, berikut langkah-langkah memperbaiki cat tembok yang menggelembung secara bertahap agar hasilnya rata dan tahan lama:

Identifikasi dan atasi penyebab utama

Periksa apakah ada kebocoran, rembesan air, atau kelembapan berlebih pada dinding. Jika penyebab ini tidak diselesaikan terlebih dahulu, cat akan kembali menggelembung meskipun sudah dicat ulang.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Cat Tembok Waterproof yang Perlu Diketahui

Kerok bagian cat yang menggelembung

Gunakan scraper atau pisau dempul untuk mengikis seluruh bagian cat yang melepuh hingga tersisa permukaan dinding yang kuat dan tidak rapuh.

Amplas permukaan dinding hingga halus

Setelah dikerok, amplas area tersebut untuk meratakan permukaan dan menghilangkan sisa cat yang tidak menempel sempurna.

Tambal lubang atau retakan pada dinding

Jika terdapat lubang kecil atau retakan, gunakan kompon atau dempul tembok. Biarkan hingga benar-benar kering sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Amplas ulang dan bersihkan debu

Amplas kembali area yang sudah didempul hingga rata dengan dinding sekitarnya, lalu bersihkan debu agar cat dapat menempel dengan baik.

Baca juga: 4 Jenis Warna Cat Tembok yang Bagus untuk Kamar Tidur Sempit

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau