Penulis
KOMPAS.com - Mengecat dinding rumah sering dianggap sebagai solusi praktis untuk menyegarkan tampilan ruangan.
Sayangnya, hasil pengecatan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Salah satu masalah yang cukup sering muncul adalah cat tembok menggelembung.
Cat tembok yang menggelembung tidak hanya soal estetika. Dalam beberapa kasus, gelembung pada cat bisa menjadi tanda adanya masalah tersembunyi, seperti kelembapan berlebih atau persiapan dinding yang kurang tepat.
Jika tidak segera diperbaiki, lapisan cat akan semakin mudah terkelupas dan kerusakan bisa meluas.
Baca juga: 6 Tanda Dinding Rumah Berjamur yang Tidak Boleh Diabaikan
Sebelum masuk ke tahap perbaikan, penting untuk memahami penyebab cat tembok menggelembung.
Faktor paling umum adalah kelembapan. Air yang terjebak di balik lapisan cat akan menimbulkan tekanan, sehingga cat terdorong keluar dan membentuk gelembung.
Masalah ini sering terjadi di kamar mandi, dapur, atau dinding yang dekat dengan sumber air.
Selain itu, persiapan dinding yang kurang maksimal juga berpengaruh besar. Dinding yang masih berdebu, berminyak, atau tidak dibersihkan sebelum dicat membuat daya rekat cat menjadi lemah. Akibatnya, cat mudah terangkat dan menggelembung.
Baca juga: 6 Penyebab Cat Dinding Mengelupas dan Cara Memperbaikinya
Penggunaan cat berkualitas rendah, tidak memakai cat dasar (primer), mengecat saat cuaca terlalu panas atau lembap, hingga teknik pengecatan yang keliru juga dapat memperbesar risiko munculnya gelembung pada cat tembok.
Dilansir dari House Beautiful, berikut langkah-langkah memperbaiki cat tembok yang menggelembung secara bertahap agar hasilnya rata dan tahan lama:
Periksa apakah ada kebocoran, rembesan air, atau kelembapan berlebih pada dinding. Jika penyebab ini tidak diselesaikan terlebih dahulu, cat akan kembali menggelembung meskipun sudah dicat ulang.
Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Cat Tembok Waterproof yang Perlu Diketahui
Gunakan scraper atau pisau dempul untuk mengikis seluruh bagian cat yang melepuh hingga tersisa permukaan dinding yang kuat dan tidak rapuh.
Setelah dikerok, amplas area tersebut untuk meratakan permukaan dan menghilangkan sisa cat yang tidak menempel sempurna.
Jika terdapat lubang kecil atau retakan, gunakan kompon atau dempul tembok. Biarkan hingga benar-benar kering sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Amplas kembali area yang sudah didempul hingga rata dengan dinding sekitarnya, lalu bersihkan debu agar cat dapat menempel dengan baik.
Baca juga: 4 Jenis Warna Cat Tembok yang Bagus untuk Kamar Tidur Sempit