Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Andriansyah Tiawarman K
Advokat, Dosen, Kurator, Kepailitan dan Pengurus PKPU

Andriansyah Tiawarman K, Pimpinan Justitia Group, salah satu lembaga Pelatihan dan Sertifikasi Hukum terbesar di Indonesia saat ini. Andriansyah menempuh S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan S2 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Selain terus mengembangkan pendidikan dan pelatihan hukum berkelanjutan melalui Justitia Group, saat ini Andriansyah juga sedang menjalani studi Doktor Hukum di Universitas Indonesia dan menjalankan beberapa tugas lainnya antara lain sebagai Tenaga Ahli, Dosen, Trainer, Advokat, Kurator & Pengurus, Kuasa Hukum Pengadilan Pajak, Mediator, serta Asesor Kompetensi.

Penguatan Peran Advokat dalam Rancangan KUHAP: Dari Penyelidikan hingga Persidangan

Kompas.com, 24 Juni 2025, 15:15 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DI TENGAH dominasi aktor-aktor penegak hukum negara seperti polisi dan jaksa, posisi advokat sebagai penegak hukum kerap kali hanya diakui secara normatif, tapi dipinggirkan secara praksis. 

Advokat sebagai penegak hukum menjalankan fungsi dan perannya untuk mewakili kepentingan masyarakat secara mandiri tanpa ada intervensi dari pihak lain, termasuk pengaruh pada kekuasaan negara.

Advokat dalam menjalankan tugas dan fungsinya idealnya dilengkapi dengan kewenangan, sama halnya dengan penegak hukum lain, seperti polisi, jaksa, maupun hakim.

Pengaturan mengenai advokat saat ini dimuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Sayangnya, UU Advokat justru abai mengatur secara rinci fungsi strategis advokat dalam sistem peradilan pidana. Kekosongan ini seolah menempatkan advokat hanya sebagai pelengkap prosedur, bukan aktor utama penegak keadilan.

Pengertian tentang Advokat ini termuat dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, dalam Pasal 1 angka 1 yang mendefinisikan bahwa: “Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum di dalam maupun di luar persidangan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini”.

Baca juga: Pemerintah Ungkap 9 Poin Penguatan di Dalam DIM RUU KUHAP

Advokat dalam memberikan jasa hukumnya, pada praktiknya kerap kali dijumpai dalam tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di muka sidang.

Dalam semua tingkat tersebut, advokat harus mempunyai surat kuasa untuk mendampingi, mewakili, memberikan nasihat hukum kepada kliennya. Tanpa adanya surat kuasa ini, advokat tidak dapat memberikan jasa hukum untuk mendampingi kliennya pada tingkat apapun.

Advokat memiliki kedudukan yang setara dengan penegak hukum lainnya. Dalam konteks penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) yang adil dan beradab, advokat memiliki peran fundamental dalam sistem peradilan yang terjadi.

Hal ini dikarenakan, advokat memiliki tanggung jawab untuk dapat melindungi hak-hak klien yang ia bela di setiap proses hukum acara baik pidana maupun perdata.

Peran advokat dalam proses hukum acara pidana, salah satunya adalah mendampingi klien pada tingkat penyidikan.

Berbeda dengan tingkatan hukum acara lainnya, pada proses penyidikan peran advokat direduksi, “hadir tapi dibungkam”.

Ia menjadi penonton dalam ruang hukum yang mestinya menjadi medan pembelaan. Advokat pada tahap ini tidak diperbolehkan untuk memberikan nasihat, seolah-olah kehadirannya berupa persiapan untuk menyusun pembelaan atau pemberian nasihat pada taraf pemeriksaan.

Lebih lanjut, peran advokat pada tahap penyelidikan tidak diatur secara spesifik dalam KUHAP. Hal ini menjadi problem tersendiri, mengingat tersangka sangat rentan mengalami pemaksaan pada pemeriksaan di tahap penyelidikan.

Dalam hal ini, peran advokat sangat penting untuk dapat mendampingi tersangka pada tahap penyelidikan dan penyidikan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau