Penulis
KOMPAS.com - Pabrikan asal Italia, Aprilia, menunjukkan taji luar biasa pada pembukaan musim MotoGP 2026.
Hingga seri ketiga, skuad yang bermarkas di Noale ini sukses mendominasi lintasan dan menggoyang hegemoni para pesaingnya di papan atas klasemen.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengaku puas dengan performa motor RS-GP yang dikendarai oleh duet pembalapnya.
Sejauh ini, Aprilia berhasil mengungguli rival terberat mereka, Ducati, yang dalam lima tahun terakhir begitu mendominasi ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.
Dominasi pabrikan yang kerap mengklaim diri "lebih Italia" daripada Ducati ini terlihat nyata di tabel klasemen.
Baca juga: Marquez Gagal Podium di MotoGP Amerika 2026, Bayar Mahal Kesalahan
Dua pembalap tim pabrikan mereka saat ini menguasai posisi dua teratas.
Marco Bezzecchi bertengger di puncak dengan raihan 81 poin, disusul rekan setimnya, Jorge Martin, yang mengoleksi 77 poin.
Catatan statistik menunjukkan keperkasaan mereka di tiga seri awal yang berlangsung di Thailand, Brasil, dan Amerika.
Bezzecchi mencatatkan tiga kemenangan beruntun, sementara Martin konsisten menguntit di posisi kedua pada balapan utama.
Di sisi lain, sang fenomena Marc Marquez bahkan belum mampu memenangi balapan hari Minggu meskipun tampil kencang di atas Desmosedici GP.
Melihat hasil tersebut, Massimo Rivola enggan jemawa. Ia menyebut performa apik ini adalah buah dari kerja keras seluruh personel di dalam tim.
"Saya tidak bermaksud sombong, tapi saya tidak terlalu terkejut, data menunjukkan bahwa motor ini memang kompetitif," kata Rivola dikutip dari moto.it.
Baca juga: Rekor Fantastis Bezzecchi Usai MotoGP Amerika, Samai Marquez dan Rossi
"Hari demi hari, saya harus akui bahwa motor ini cepat di hampir semua lintasan," tambahnya.
Pebalap Italia dari Aprilia Racing Marco Bezzecchi beraksi dalam MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)Kecepatan RS-GP di berbagai karakter sirkuit menjadi modal berharga bagi tim untuk mengincar gelar juara dunia kelas utama.
Rivola pun meyakini bahwa saat ini banyak mata tertuju pada kemajuan teknis motor mereka jelang seri berikutnya di Jerez, Spanyol.
"Kami akan berangkat ke Jerez, tempat banyak pembalap telah melakukan uji coba," ucap Rivola.
"Saat ini, saya berani mengatakan bahwa Aprilia adalah motor yang menjadi patokan," imbuh mantan direktur olahraga Ferrari di ajang F1 tersebut.
Meski tengah berada di atas angin, pria asal Italia itu tetap mewanti-wanti pasukannya untuk tidak terlena dan tetap fokus menghadapi sisa musim yang masih panjang.
"Saya tidak mau berkata terlalu jauh bahwa kami adalah favorit, tetapi kami memang sedang unggul saat ini," ucap Rivola lagi.
Baca juga: Marc Marquez Akui Kesalahan di Sprint Race MotoGP Amerika
Salah satu poin menarik dari dominasi ini adalah potensi persaingan internal antara Bezzecchi dan Martin.
Berkaca dari dilema yang sering dialami pesaing mereka saat dua pembalap satu merek berebut posisi teratas, Rivola menegaskan tidak akan mengintervensi persaingan keduanya di lintasan.
Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025Bezzecchi yang menjadi simbol kebangkitan tim sejak musim lalu, serta Martin yang tetap profesional meski dikabarkan akan hijrah ke Yamaha, diberikan hak penuh untuk memacu motor mereka hingga limit maksimal tanpa ada batasan dari manajemen.
"Keduanya bebas berkompetisi sampai hasil perhitungan menunjukkan bahwa salah satu di antara mereka telah kalah," tegas Rivola.
"Yang penting bagi saya adalah adanya rasa saling menghormati di antara mereka, dan memang begitu adanya sekarang," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang