Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dominasi MotoGP 2026, Bos Aprilia Massimo Rivola Minta Tim Tetap Membumi

Kompas.com, 31 Maret 2026, 18:26 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Pabrikan asal Italia, Aprilia, menunjukkan taji luar biasa pada pembukaan musim MotoGP 2026.

Hingga seri ketiga, skuad yang bermarkas di Noale ini sukses mendominasi lintasan dan menggoyang hegemoni para pesaingnya di papan atas klasemen.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengaku puas dengan performa motor RS-GP yang dikendarai oleh duet pembalapnya.

Sejauh ini, Aprilia berhasil mengungguli rival terberat mereka, Ducati, yang dalam lima tahun terakhir begitu mendominasi ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.

Dominasi pabrikan yang kerap mengklaim diri "lebih Italia" daripada Ducati ini terlihat nyata di tabel klasemen.

Baca juga: Marquez Gagal Podium di MotoGP Amerika 2026, Bayar Mahal Kesalahan

Dua pembalap tim pabrikan mereka saat ini menguasai posisi dua teratas.

Marco Bezzecchi bertengger di puncak dengan raihan 81 poin, disusul rekan setimnya, Jorge Martin, yang mengoleksi 77 poin.

Catatan statistik menunjukkan keperkasaan mereka di tiga seri awal yang berlangsung di Thailand, Brasil, dan Amerika.

Bezzecchi mencatatkan tiga kemenangan beruntun, sementara Martin konsisten menguntit di posisi kedua pada balapan utama.

Di sisi lain, sang fenomena Marc Marquez bahkan belum mampu memenangi balapan hari Minggu meskipun tampil kencang di atas Desmosedici GP.

Melihat hasil tersebut, Massimo Rivola enggan jemawa. Ia menyebut performa apik ini adalah buah dari kerja keras seluruh personel di dalam tim.

"Saya tidak bermaksud sombong, tapi saya tidak terlalu terkejut, data menunjukkan bahwa motor ini memang kompetitif," kata Rivola dikutip dari moto.it.

Baca juga: Rekor Fantastis Bezzecchi Usai MotoGP Amerika, Samai Marquez dan Rossi

"Hari demi hari, saya harus akui bahwa motor ini cepat di hampir semua lintasan," tambahnya.

Pebalap Italia dari Aprilia Racing Marco Bezzecchi beraksi dalam MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA Pebalap Italia dari Aprilia Racing Marco Bezzecchi beraksi dalam MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Menjadi Patokan Baru di MotoGP

Kecepatan RS-GP di berbagai karakter sirkuit menjadi modal berharga bagi tim untuk mengincar gelar juara dunia kelas utama.

Rivola pun meyakini bahwa saat ini banyak mata tertuju pada kemajuan teknis motor mereka jelang seri berikutnya di Jerez, Spanyol.

"Kami akan berangkat ke Jerez, tempat banyak pembalap telah melakukan uji coba," ucap Rivola.

"Saat ini, saya berani mengatakan bahwa Aprilia adalah motor yang menjadi patokan," imbuh mantan direktur olahraga Ferrari di ajang F1 tersebut.

Meski tengah berada di atas angin, pria asal Italia itu tetap mewanti-wanti pasukannya untuk tidak terlena dan tetap fokus menghadapi sisa musim yang masih panjang.

"Saya tidak mau berkata terlalu jauh bahwa kami adalah favorit, tetapi kami memang sedang unggul saat ini," ucap Rivola lagi.

Tidak Ada Kebijakan "Team Order"

Baca juga: Marc Marquez Akui Kesalahan di Sprint Race MotoGP Amerika

Salah satu poin menarik dari dominasi ini adalah potensi persaingan internal antara Bezzecchi dan Martin.

Berkaca dari dilema yang sering dialami pesaing mereka saat dua pembalap satu merek berebut posisi teratas, Rivola menegaskan tidak akan mengintervensi persaingan keduanya di lintasan.

Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025Kompas.com/Donny Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025

Bezzecchi yang menjadi simbol kebangkitan tim sejak musim lalu, serta Martin yang tetap profesional meski dikabarkan akan hijrah ke Yamaha, diberikan hak penuh untuk memacu motor mereka hingga limit maksimal tanpa ada batasan dari manajemen.

"Keduanya bebas berkompetisi sampai hasil perhitungan menunjukkan bahwa salah satu di antara mereka telah kalah," tegas Rivola.

"Yang penting bagi saya adalah adanya rasa saling menghormati di antara mereka, dan memang begitu adanya sekarang," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau