Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rumah Menengah Jadi Primadona, Harga Melambat Pasca Ledakan IKN

Kompas.com, 28 Agustus 2025, 18:02 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Pasar properti residensial di Kota Balikpapan memasuki fase baru pada Triwulan II-2025.

Setelah sempat mengalami lonjakan permintaan dan harga signifikan akibat euforia pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kini pasar mulai melambat dan kembali ke pola normal.

Menurut Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Balikpapan melambat menjadi 0,96 persen (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 1,31 persen (yoy).

Baca juga: Ingin Tinggal di Kabupaten Lampung Selatan? Ini Pilihan Rumah Murah

Kepala BI Perwakilan Balikpapan Robi Ariadi menuturkan, perlambatan ini terutama dipicu oleh menurunnya pertumbuhan harga rumah tipe kecil dan tipe menengah.

Fokus ke Pasar Menengah

Meskipun harga melambat, ada pergeseran menarik dalam dinamika penjualan. Jika pada triwulan sebelumnya rumah tipe kecil mendominasi, kini rumah tipe menengah mengambil alih posisi teratas sebagai unit yang paling banyak terjual.

"Ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan dari masyarakat untuk hunian yang lebih luas, dan juga didorong oleh kehadiran sejumlah klaster baru yang menawarkan tipe rumah menengah," usar Robi, dikutip Kompas.com, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Ara: Rumah Gratis dari Pengembang Wujud Berbaginomics

Menanggapi perlambatan ini, para pengembang properti mengambil langkah strategis dengan lebih memprioritaskan penjualan rumah tipe menengah dan kecil.

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai penjualan seiring dengan melambatnya harga pada kedua tipe tersebut.

KPR Jadi Andalan, Sektor Lain Ikut Terdampak

Di sisi lain, penjualan properti residensial secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 11 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Penurunan ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di Balikpapan yang hanya tumbuh 7,14 persen (yoy).

Baca juga: Lippo Renovasi 1.500 RTLH, Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo

Menariknya, meskipun penjualan menurun, KPR tetap menjadi skema pembiayaan utama. Sebanyak 89 persen dari total penjualan di triwulan II-2025 menggunakan KPR, meningkat dari 84% pada triwulan sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa peran perbankan, terutama dalam penyaluran KPR, masih sangat krusial bagi keberlangsungan pasar properti di Balikpapan.

Bank Indonesia sendiri terus berupaya mendukung pertumbuhan ini melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Baca juga: SMF dan PNM Sepakat Renovasi 40.000 Rumah

Kebijakan ini menyalurkan insentif ke berbagai sektor prioritas, termasuk Real Estate, sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan selaras dengan program-program pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau