Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JDC Hadirkan Fallen Purple, Koneksi Desainer dan Jenama Interior

Kompas.com, 13 November 2025, 11:08 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta Design Center (JDC) bersama dengan Benda Design Hub resmi meluncurkan Jakarta Design Collabs melalui acara bertajuk The Collab Celebration yang digelar di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Acara ini menjadi penanda dimulainya kolaborasi yang mempertemukan para desainer, arsitek, dan brand-brand interior dalam bentuk instalasi.

Menurut Direktur Utama PT Cipta Paramula Sejati Nurul Syahri, visi JDC memang telah berubah sejak tahun 2024.

Sehingga, visi JDC semula dikenal sebagai pusat interior dan arsitektur, kini menjadi premium hub of art, design, community, and commerce (pusat seni, desain, komunitas, perdagangan premium).

Baca juga: AkzoNobel Bersama Arsitek dan Desainer Interior Indonesia Eksplorasi Tren Desain Global di Eropa

"Jadi, acara ini sebenarnya merupakan sebagian dari visi JDC untuk mempertemukan semua pihak tadi dalam satu kegiatan. Kebetulan kegiatan sekarang namanya Jakarta Design Collabs," ungkap Nurul kepada awak media, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Dalam acara ini diangkat tema "Fallen Purple" dengan warna ungu sebagai elemen dominan yang dilengkapi dengan aksen emas untuk menghadirkan nuansa hangat khas musim gugur serta hitam yang memberi kesan elegan dan tegas.

Booth Versailes.Kompas.com/Suhaiela Bahfein Booth Versailes.

Nurul mengatakan, tema ini akan berlangsung selama tiga bulan dan akan diganti dengan tema-tema baru.

"Habis itu nanti kita akan buka lagi, nanti kita akan tawarkan lagi. Targetnya yang pasti kita ingin mendatangkan crowd (keramaian)," ungkapnya.

Acara ini pun merupakan wadah bagi arsitek maupun desainer interior menyalurkan karya dengan bekerja sama oleh brand-brand interior yang menghiasi JDC.

"Bukan cuma sekadar bawa customer-nya (pelanggannya) atau segala macam, cari proyek.  Bukan, tapi disini bisa berkarya, bekerja sama dengan para tenant-tenant disini," ucap Nurul.

Alasan Pemilihan Warna Ungu

Inisiator Jakarta Design Collabs dari Benda Design Hub Ren Katili pun membeberkan alasan dipilihnya warna ungu sebagai tema dalam acara tersebut.

"Jadi, pemilihan warnanya juga disesuaikan dengan musim yang ada gitu kan. Kebetulan beberapa brand ini kan juga ada dari Italia yang mengusung musim yang di sana gitu kan, sesuai season (musim) lah," tambahnya.

Baca juga: 3 Tren Desain yang Harus Ditinggalkan pada 2025

Sehingga, proses di awal mengajak semua pihak yang ikut meramaikan acara tersebut dengan mengusung ide ini.

"Kemudian beberapa yang menyambut baik ya yang akhirnya kita berkolaborasi dengan teman-teman yang ada di sini sekarang. Kalau mengenai tema dan desainnya itu teknis banget para desainer kan enggak bisa diatur ya. Yang penting kita cuman kasih benangnya, untuk desainer sama brand ya perwakilan ya," tambah Ren.

Adapun para desainer bebas menafsirkan tema sesuai gaya masing-masing, dengan syarat tetap menyertakan benang merah visual melalui perpaduan warna ungu, gold (emas), dan black (hitam) sebagai simbol harmoni dalam keberagaman interpretasi desain. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau