Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga Desember 2025, KEK Industropolis Batang Gaet 51 Investor Global

Kompas.com, 14 Desember 2025, 16:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, sukses menegaskan posisinya sebagai destinasi utama Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia.

Tidak hanya berprestasi di tingkat regional, kawasan ini menunjukkan realisasi nyata penyerapan investasi dengan berhasil mengamankan komitmen dari 51 investor, yang mencakup sektor manufaktur, logistik, hingga komersial.

Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menuturkan, minat investor terhadap KEK Industropolis Batang sangat tinggi dan terukur.

Baca juga: Hotel Swiss-belexpress di Tol Semarang-Batang Resmi Beroperasi

Saat ini, kawasan tersebut telah melakukan penandatanganan dengan 35 investor manufaktur murni. Jika diperhitungkan dengan investor di area komersial dan perbankan, total komitmen investasi yang masuk telah mencapai 51 investor.

"Angka ini krusial mengingat bahwa investor yang diincar Batang sebagian besar adalah Penanaman Modal Asing (PMA)," usar Burhan kepada Kompas.com, Jumat (12/12/2025).

Keunggulan kawasan ini dinilai berada pada dukungan pemerintah yang cukup besar dan kemudahan ekosistem yang ditawarkan, menjadikannya berbeda dari kawasan industri di Jawa Barat yang mungkin memiliki ranta pasok yang lebih tertutup.

Target penyerapan lahan KEK Industropolis Batang ditetapkan ambisius namun realistis, yaitu sebesar 100 hektar per tahun.

Baca juga: 4,29 Juta Batang Mangrove Ditanam di Kuala Selat

Untuk investor yang tertarik, harga publik saat ini dipatok sekitar Rp 1,5 juta per meter persegi untuk masa sewa yang panjang.

KEK Industropolis Batang dikembangkan sebagai kawasan yang terintegrasi dengan tiga kegiatan utama: industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata.

Keunggulan strategis Batang terletak pada infrastruktur berstandar internasional, termasuk akses langsung ke Tol Trans Jawa, konektivitas ke pelabuhan, dan bandara. Aksesibilitas ini sangat vital bagi investor yang mengutamakan efisiensi logistik.

Kawasan ini dibangun dengan prinsip sustainability, inclusivity, dan innovation. Ini sejalan dengan tuntutan investasi global yang kini tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga komitmen terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Baca juga: Dengan Harga Tak Sampai Rp 150 Juta, Anda Bisa Punya Rumah di Batang

Penyematan nama baru KEK Industropolis Batang oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2025 menegaskan status dan pentingnya kawasan ini dalam agenda strategis nasional.

Saling Melengkapi Rantai Pasok

Di tengah menjamurnya kawasan industri baru, termasuk di Jawa Barat dan proyek-proyek yang melibatkan konglomerasi besar, KEK Industropolis Batang mengambil sikap yang berbeda.

Burhan menegaskan bahwa mereka tidak diciptakan untuk berkompetisi dengan sesama kawasan industri. Sebaliknya, tujuan mereka adalah saling melengkapi (complementing).

Baca juga: Kini, Ada Hotel di Rest Area Travoy Tol Batang-Semarang

Sementara kawasan industri di Jawa Barat menawarkan ekosistem yang sudah mapan, Batang menawarkan kemudahan birokrasi dan dukungan pemerintah yang besar, menarik investor yang mencari lokasi pengembangan baru dengan zero burden dari sejarah industri sebelumnya.

"Filosofi ini, bahwa kawasan industri nasional harus saling menopang, memperkuat daya saing Indonesia secara keseluruhan di mata PMA, menjadikan Indonesia sebagai destinasi FDI utama di Asia," tuntas Burhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau