KOMPAS.com - Rumah hook atau rumah di kavling sudut kerap dipasarkan dengan harga lebih tinggi dibanding rumah di tengah deret.
Selisihnya bisa mencapai beberapa persen hingga dua digit, tergantung lokasi dan luas lahannya.
Faktor pembentuk harga tersebut tidak hanya karena posisi, tetapi juga karakteristik fisik dan persepsi pasar terhadap properti jenis ini.
Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya mengatakan, rumah hook memiliki dua muka rumah. Selain tampak depan, juga punya tampak belakang dan bagian sisi (kanan atau kiri).
Baca juga: Ketahui, Plus Minus Punya Balkon dan Teras di Rumah
"Kenapa lebih mahal harganya ya karena secara konstruksi biayanya lebih besar. Misalnya harus bangun dua pagar sekeliling dan biaya-biaya lainnya," kata Bambang, dikutip Kompas.com, Selasa (17/2/2026).
Salah satu faktor utama adalah luas tanah yang umumnya lebih besar. Rumah hook memiliki dua sisi yang berbatasan dengan jalan sehingga menyisakan halaman samping tambahan.
Tambahan luas ini meningkatkan nilai tanah secara langsung karena harga properti sangat dipengaruhi oleh ukuran kavling.
Selain itu, ruang ekstra memberi peluang pengembangan seperti taman, kolam, carport tambahan, hingga renovasi bangunan di masa depan.
Fleksibilitas pemanfaatan lahan tersebut membuat rumah hook dinilai memiliki potensi investasi lebih baik dibanding rumah di tengah.
Rumah hook memiliki dua fasad yang terlihat dari jalan. Kondisi ini meningkatkan daya tarik karena desain arsitektur dan lanskap lebih terekspos.
Baca juga: Rumah Siap Huni di Bekasi Jadi Rebutan, Konsumen Tak Mau Skema Inden
Melansir Move On House Buyers, properti dengan tampilan lebih menonjol cenderung lebih diminati pembeli dan memiliki nilai jual kembali lebih tinggi.
Di banyak kawasan perumahan, posisi sudut juga dianggap sebagai “rumah etalase” yang pertama terlihat ketika memasuki lingkungan. Persepsi prestise inilah yang turut mendorong harga lebih mahal.
Karena tidak terhimpit rumah di kedua sisi, rumah hook memiliki lebih banyak bukaan. Kondisi ini membuat pencahayaan alami dan aliran udara lebih optimal, sehingga ruang dalam terasa lebih terang dan sejuk.
Faktor kenyamanan ini menjadi nilai tambah yang diperhitungkan pasar.
Posisi di persimpangan jalan memungkinkan akses masuk dari dua arah, bahkan membuka peluang membuat pintu masuk atau garasi samping.