Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo Gelar Open House Lebaran, Intip Arsitektur Istana Negara

Kompas.com, 21 Maret 2026, 15:26 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Momen Idul Fitri dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk menggelar acara open house bersama masyarakat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).

Acara open house ini dimulai pada pukul 12.00 WIB dan diperkirakan ada 5.000 masyarakat yang akan hadir. 

Baca juga: Siapa Saja Presiden yang Pernah Tinggal di Istana Merdeka?

Istana Kepresidenan rutin menggelar acara open house pada Hari Raya Idul Fitri dan sudah kedua kalinya pada masa Presiden Prabowo menjabat.

Acara open house kali ini digelar setelah Presiden Prabowo Subianto kembali dari Aceh usai melaksanakan salat Idul Fitri di sana.

Istana Kepresidenan atau Istana Negara tidak hanya menjadi tempat untuk menyambut tamu kenegaraan, tapi juga masyarakat yang berkunjung, termasuk saat Hari Raya Idul Fitri saat ini. 

Sebelum Prabowo Subiato, presiden Indonesia sebelumnya juga rutin mengadakan acara open house di Istana Merdeka, di antaranya Abdulrachman Wahid atau Gus Dur, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo. 

Istana yang berada di Jalan Veteran ini merupakan bangunan bersejarah yang telah berdiri sebelum Indonesia merdeka, tepatnya mulai berdiri sejak 1879. 

Baca juga: Istana Élysée, Rumah Bangsawan Terindah Venue Makan Malam Privat Prabowo dan Macron

Dikutip dari laman resmi Kemensetneg, Istana Kepresidenan memiliki luas sekitar 6,8 hektare yang terdiri atas dua bangunan, yakni Istana Negara dan Istana Merdeka. 

Banyak orang bingung membedakan dua bangunan bersejarah tersebut dan menganggap keduanya sama, padahal jelas berbeda. 

Arsitektur Istana Negara 

Presiden Indonesia Prabowo Subianto (tengah depan kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah depan kanan) berfoto bersama para menteri kabinet yang baru dilantik di depan Istana Kepresidenan di Jakarta pada 21 Oktober 2024. (Foto oleh BAY ISMOYO / AFP)BAY ISMOYO Presiden Indonesia Prabowo Subianto (tengah depan kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah depan kanan) berfoto bersama para menteri kabinet yang baru dilantik di depan Istana Kepresidenan di Jakarta pada 21 Oktober 2024. (Foto oleh BAY ISMOYO / AFP)
Istana Negara terletak di Jalan Veteran dan menghadap ke Sungai Ciliwung yang membelakangi Istana Merdeka yang menghadap ke Taman Monumen Nasional (Monas) dan dihubungkan halaman tengah.

Lingkungan Istana Negara meliputi beberapa bangunan lain, yaitu Kantor Presiden, Wisma Negara, Masjid Baiturrahim, serta Museum Istana Kepresidenan. 

Awalnya, Istana Negara merupakan kediaman pribadi seorang warga negara Belanda bernama J.A. van Braam. 

Saat ini, Istana Negara berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, tempat penyelenggaraan acara-acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres bersifat nasional dan internasional, serta tempat jamuan kenegaraan.

Istana Negara fungsinya lebih difokuskan kepada kegiatan resmi kepresidenan, yaitu sebagai kantor Presiden Republik Indonesia. 

Baca juga: Sejarah dan Arsitektur Istana Merdeka, Venue Upacara HUT Ke-80 RI

Namun, jika peringatan hari besar kemerdekaan 17 Agustus, Istana Negara juga dipakai untuk acara jamuan makan Presiden dan para veteran.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau