Penulis
DEPOK, KOMPAS.com – Menemukan hunian dengan aksesibilitas tinggi di Kota Depok, Jawa Barat, kini tidak harus selalu menguras kantong.
Di tengah melambungnya harga properti di kota penyangga Jakarta ini, skema hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik menjadi solusi realistis bagi masyarakat yang mendambakan efisiensi.
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang), salah satu proyek yang menonjol adalah Perumnas Mahata Margonda.
Hunian ini menawarkan titik temu antara harga yang kompetitif dan lokasi yang sangat strategis di jantung Kota Depok.
Proyek yang dikembangkan oleh BUMN, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas), ini hadir di kawasan Beji, titik yang dikenal sebagai pusat aktivitas pendidikan dan ekonomi. Unit yang ditawarkan adalah Tipe Studio dengan luas bangunan 25 meter persegi.
Spesifikasi ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup kaum urban, mahasiswa, maupun pasangan muda yang memprioritaskan fungsi dan kemudahan akses transportasi.
Dinamika pasar di Mahata Margonda menunjukkan tren yang positif dengan tingkat keterisian yang mencapai separuh dari total kapasitas.
Berikut adalah rincian unit yang tersedia:
Daya tarik utama dari hunian ini adalah konsep Transit Oriented Development (TOD). Lokasinya yang menempel langsung dengan sarana transportasi publik memberikan keuntungan jangka panjang, baik sebagai hunian pribadi maupun instrumen investasi.
Dengan sisa unit yang masih tersedia sebanyak 50 persen, momentum ini menjadi kesempatan bagi calon pembeli untuk mengamankan unit di salah satu kawasan paling bernilai di Depok sebelum stok habis terserap pasar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang