Penulis
SEMARANG, KOMPAS.com – Gelombang besar pemudik yang kembali ke arah Jakarta mulai memasuki fase puncaknya. Tepat pukul 14.25 WIB hari ini, Selasa (24/3/2026), Kepolisian resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional.
Skema satu arah ini membentang mulai dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung di ruas Batang–Semarang hingga KM 70 Tol Jakarta–Cikampek.
Seremonial flag off di GT Kalikangkung dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran menteri kabinet, menandai dimulainya operasi besar untuk menguras volume kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju ibu kota.
Baca juga: JTT Berlakukan Buka Tutup Rest Area KM 424B Arah Jakarta, Atur Waktu Istirahat
Keputusan pemberlakuan one way nasional ini tidak diambil sembarangan. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada lonjakan volume kendaraan yang signifikan dari arah Semarang, pantauan visual CCTV, serta laporan aktual petugas di lapangan.
"Rekayasa ini adalah langkah antisipasi untuk memastikan arus balik tetap mengalir. Kami meminta pengguna jalan yang memasuki jalur one way untuk menjaga kondisi fisik dan kendaraan tetap prima," tegas Rivan.
Mengingat jalur yang digunakan mencakup seluruh lebar badan jalan, Jasa Marga mengeluarkan instruksi ketat bagi para pengemudi.
Baca juga: Lalin Tol Solo-Yogya Melonjak Hampir 100 Persen saat Lebaran
Instruksi ini berupa, pengemudi dilarang berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, dilarang berpindah lajur secara tiba-tiba karena perbedaan kecepatan antar kendaraan cenderung tinggi di jalur one way.
Selain itu, pengemudi diimbau menggunakan bahu jalan kiri jika mengalami kendala darurat, dilarang keras berhenti di bahu jalan sebelah kanan (lajur cepat arah berlawanan).
Sebelum one way nasional diberlakukan, pihak Kepolisian dan Jasa Marga telah melakukan serangkaian rekayasa lokal sejak Senin (23/3/2026).
Pembersihan jalur (clearing) dilakukan bertahap mulai dari ruas Pejagan–Pemalang hingga Semarang–Solo untuk memastikan jalur siap menerima limpahan kendaraan dari arah Timur secara total.
Baca juga: Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara
Meski rekayasa telah diberlakukan, Jasa Marga tetap mengimbau masyarakat untuk tidak bertumpu pada hari puncak 24, 28, dan 29 Maret.
Masyarakat disarankan menggunakan periode Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret.
Jasa Marga memberikan insentif berupa potongan tarif tol sebesar 30% yang berlaku pada 26–27 Maret 2026 di 9 ruas strategis.
Strategi ini diharapkan dapat mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata, sehingga perjalanan pulang menjadi lebih manusiawi dan tidak terjebak dalam stagnasi di jalur utama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang