BOGOR, KOMPAS.com – Di tengah eskalasi harga properti yang kian mencekik di pinggiran Jakarta, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih menyisakan celah sempit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian.
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang), beberapa titik pengembangan rumah subsidi masih menawarkan unit dengan harga di bawah ambang batas Rp 200 juta.
Namun, ketersediaan ini bukan tanpa catatan. Sebagian besar proyek berada pada fase sold out (habis terjual), menyisakan unit-unit terakhir yang menuntut pengambilan keputusan cepat dari calon pembeli.
1. Perumahan Bukit Sakinah
Terletak di kawasan Leuwiliang, proyek garapan Wastudipta Adhi Graha ini menjadi opsi paling ekonomis dengan harga Rp 80 juta.
Mengusung tipe 21/60, hunian ini menargetkan efisiensi ruang maksimal di atas lahan 60 meter persegi.
Dari total 448 unit, saat ini hanya tersisa 5 unit. Tingkat okupansi yang mencapai 98 persen menunjukkan tingginya permintaan di wilayah Bogor Barat.
2. Gardenia 2 Cileungsi
Cileungsi tetap menjadi magnet utama bagi pencari rumah subsidi karena aksesibilitasnya terhadap kawasan industri.
Dikembangkan oleh Cileungsi Graha Raya, Gardenia 2 menawarkan tipe 23 dengan luas tanah 60 meter persegi seharga Rp 130 juta.
Tersisa 40 unit dari total 293 unit. Angka ini merupakan salah satu stok paling melimpah yang tersedia di kawasan premium subsidi.
3. Bumi Citeureup Asri Zarindah
Citeureup menawarkan keunggulan lokasi yang lebih dekat dengan akses tol dan pusat manufaktur. PT Zarindah Properti Indonesia memasarkan tipe 27/60 dengan harga Rp 134 juta.
Proyek ini berada pada tahap akhir penyelesaian dengan hanya menyisakan 2 unit. Luas bangunan 27 meter persegi memberikan sedikit kelonggaran ruang dibanding tipe di bawahnya.
4. Gardenia Cileungsi