Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Truk Molen Selalu Berputar? Ini Penjelasan Teknisnya

Kompas.com, 29 Maret 2026, 08:37 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Pernahkah Anda memperhatikan truk molen yang melintas di jalan selalu memutar bagian drumnya?

Ternyata, putaran tersebut bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian penting dari proses menjaga kualitas beton selama pengangkutan.

Truk pengaduk beton atau molen memang dirancang untuk terus memutar drumnya secara perlahan. Tujuannya adalah agar campuran beton tetap dalam kondisi ideal hingga tiba di lokasi proyek.

Truk molen memiliki nama lain concrete mixer truck. Ini merupakan salah satu alat berat yang digunakan dalam proses pembuatan beton di batching plant.

Concrete mixer truck atau truk molen adalah suatu kendaraan truk khusus yang dilengkapi dengan concrete mixer untuk mengaduk campuran beton.

Kenapa Truk Molen Selalu Berputar?

Dirangkum dari laman beberapa produsen truk dan Kementerian PUPR, salah satu alasan utama kenapa truk molen selalu berputar adalah untuk mencegah beton mengeras terlalu cepat.

Baca juga: Apa Itu Agregat Beton?

Beton mulai mengalami reaksi kimia yang disebut hidrasi begitu air dicampurkan dengan semen.

Jika dibiarkan diam, campuran ini akan mengeras menjadi padat seperti batu. Dengan putaran yang stabil, proses pengerasan bisa diperlambat sehingga beton tetap dalam kondisi siap pakai saat sampai di lokasi.

Selain itu, putaran drum juga berfungsi mencegah terjadinya pemisahan material atau segregasi. Dalam campuran beton terdapat agregat seperti pasir dan kerikil yang memiliki bobot lebih berat dibanding air dan semen.

Tanpa perputaran, material berat tersebut bisa mengendap di bagian bawah drum. Akibatnya, campuran menjadi tidak homogen dan kualitas beton pun menurun.

Menjaga Campuran Tetap Homogen

Di dalam drum truk molen terdapat bilah spiral yang bekerja seperti sekrup. Saat drum berputar selama perjalanan, bilah ini akan terus "melipat" dan mencampur ulang material beton.

Baca juga: Ini Caranya Mempercepat Proses Pengeringan Cor Beton

Proses ini memastikan seluruh komponen, semen, air, dan agregat, tetap tercampur secara merata. Hasilnya, beton memiliki konsistensi yang baik dan siap digunakan.

Putaran yang terus-menerus juga membantu menjaga beton tetap cair dan mudah dikerjakan. Umumnya, beton siap pakai memiliki waktu kerja sekitar 90 menit hingga 2 jam sejak pencampuran, bisa diperpanjang dengan campuran khusus.

Dengan pengadukan konstan, beton tetap dalam kondisi plastis sehingga mudah dituangkan dan dibentuk sesuai kebutuhan di lokasi proyek.

Menariknya, arah putaran drum akan dibalik ketika truk tiba di lokasi. Saat arah putaran berubah, bilah spiral di dalam drum justru mendorong beton keluar menuju saluran pembuangan.

Mekanisme ini memungkinkan beton dikeluarkan dengan lebih terkontrol dan efisien, tanpa perlu alat tambahan yang rumit. Jadi sudah terjawab kan kenapa truk molen selalu berputar?

Baca juga: Kenapa Kini Banyak Jalan Tol Dibangun Pakai Beton Ketimbang Aspal?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau