Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 November 2021, 16:00 WIB
Zintan Prihatini,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang memiliki berbagai macam tingkah laku unik.

Hal tersebut pun kerap mengundang pertanyaan bagi pemiliknya, misalnya kenapa mata kucing menyala saat gelap.

Tak sedikit dari kita yang mengaitkan kemampuan kucing mengeluarkan cahaya atau sinar dari matanya saat kondisi gelap dengan hal-hal supranatural, seperti kucing sedang melihat hantu.

Faktanya, ada beberapa alasan ilmiah yang ada di balik pancaran sinar di mata mereka. Nah, untuk mengetahui penyebab mata kucing bersinar, serba-serbi hewan kali ini akan membahasnya.

Baca juga: Kucing Lacak Lokasi Pemiliknya Hanya dari Suara

Mengapa mata kucing menyala?

Melansir Hills Pet, Rabu (5/2/2020), mata kucing yang menyala disebabkan oleh cahaya yang masuk, lalu memantulkan tapetum lucidum. Tapetum lucidum sendiri merupakan bahasa Latin yang berarti “lapisan yang bersinar”.

Tapetum adalah lapisan sel reflektif, yaitu cahaya yang dipantulkan kemudian dipantulkan kembali ke retina kucing. Proses ini menciptakan penampilan bercahaya serta membantu hewan melihat lebih baik dalam gelap.

"Banyak hewan yang kita lihat, terutama yang keluar pada malam hari, memiliki permukaan reflektif khusus tepat di belakang retina mereka," ujar dokter mata hewan di Colorado State University Dr Cynthia Powell seperti dilansir dari NPR, Jumat (31/10/2008).

Sejumlah besar hewan memiliki tapetum lucidum, termasuk rusa, anjing, sapi, kuda, dan musang. 

Namun, tidak semua mata binatang bersinar dengan warna yang sama. Ini karena zat seperti riboflavin atau zinc dalam tapetum hewan berbeda.

Powel menyebut, pigmen di dalam retina juga memengaruhi kondisi tersebut. Selain itu, dia menambahkan bahwa usia dan faktor lain juga dapat mengubah warna, bahkan dua anjing dari spesies yang sama dapat memiliki mata yang bersinar dengan warna yang berbeda.

Di sisi lain, berdasarkan penelitian di Science Direct tahun 2018, dilaporkan bahwa cahaya dari mata kucing dapat muncul dalam berbagai warna termasuk biru, hijau, dan kuning.

Digunakan kucing untuk bertahan hidup

Mata kucing yang bersinar bukan tanpa tujuan, mereka memilikinya untuk bertahan hidup.

Powell mengungkapkan, tapetum dapat meningkatkan iluminasi retina dalam pencahayaan rendah, memungkinkan kucing mendeteksi perubahan cahaya dan gerakan. Sehingga keterampilan tersebut membantu mereka berburu dalam gelap.

Kucing adalah hewan krepuskular, artinya mereka melakukan sebagian besar perburuannya saat senja.

Pada waktu tersebut lah sinar mata kucing digunakan yang berfungsi seperti senter kecil, membantu kucing berjalan melalui bayang-bayang dan membedakan antara mangsa dan pemangsa.

Baca juga: Cara Mengelus Kucing yang Benar Menurut Sains

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Merck Veterinary Manual tahun 2018, dibandingkan dengan manusia, kucing dapat menggunakan otot mereka untuk mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke mata mereka.

Ketika iris mata kucing mendeteksi terlalu banyak cahaya, maka pupilnya akan menjadi celah untuk menyerap lebih sedikit cahaya.

Kontrol otot ini juga memungkinkan mereka untuk melebarkan pupil mereka sesuai perintah, yang memperluas bidang penglihatan serta membantu menemukan lokasi wilayah mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau