Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Kapan Sebaiknya Minum Obat Hipertensi, Pagi atau Malam?

Kompas.com, 21 Juni 2022, 14:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Penderita hipertensi dianjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup dan meminum obat untuk mengontrol tekanan darah. Namun, meminum obat hipertensi tidak boleh sembarangan. Seorang pembaca Kompas.com dengan akun Instagram @Sumami_59 mengirim pertanyaan ke Halo Prof! mengenai waktu untuk meminum obat hipertensi:

"(Yang) terbaik, minum obat hipertensi pagi atau malam ya? Dan minumnya dengan jam yang sama?"

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Lydia Dorothea Simatupang, Sp.PD-KGH, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi dari RS Pondok Indah – Puri Indah. Berikut paparannya:

Halo Ibu Sumami, terima kasih atas pertanyaannya, ya.

Baca juga: Adakah Obat atau Terapi yang Terbukti Menyembuhkan Hipertensi?

Ada dua faktor penentu kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat anti-hipertensi, yaitu jenis obat anti-hipertensi yang diresepkan oleh dokter, dan juga kondisi hipertensi Ibu.

Berbeda jenis obat, maka akan berbeda pula waktu pemberiannya. Ada obat yang diminum pagi hari, ada obat yang diminum di malam hari, meski tidak harus selalu di jam yang sama.

Kondisi hipertensi Ibu juga menjadi faktor penentu, apakah tekanan darah Ibu cenderung tinggi ketika pagi hari atau malam hari. Kecenderungan itu yang dapat menjadi dasar penentuan waktu mengonsumsi obat hipertensi.

Yang terpenting adalah ikuti anjuran dokter yang merawat Ibu ya. Minum obat secara teratur, sertai dengan banyak minum air putih, dan jangan lupa rutin cek tekanan darah Ibu, ya. Semoga dengan melakukan hal-hal ini, kondisi hipertensi Ibu dapat terjaga dengan baik.

Baca juga: Minum Obat Hipertensi Seumur Hidup Tidak Sebabkan Penyakit Ginjal, Ini Penjelasannya

Semoga membantu ya, Bu. Salam sehat.

dr. Lydia Dorothea Simatupang, Sp.PD-KGH, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi

RS Pondok Indah – Puri Indah

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau