Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Bayi Tak Perlu Mandi Setiap Hari, Apa Alasannya? Dokter Jelaskan

Kompas.com, 26 Juni 2022, 19:05 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Baru Jadi Ortu

Waswas soal tumbuh kembang si kecil?

Sigap konsultasi ke dokter anak via Kompas.com

KOMPAS.com - Berbeda dengan orang dewasa, bayi tidak perlu mandi setiap hari. Ini karena kulit bayi lebih sensitive dari kulit orang dewasa.

Apalagi, umumnya bayi juga tidak berkeringat atau terpapar debu dan polusi seperti orang dewasa.

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah dr William Jayadi Iskandar, Sp.A menjelaskan, mandi merupakan kegiatan untuk membersihkan tubuh bayi yang tidak perlu dilakukan setiap hari, khususnya pada bayi baru lahir.

Baca juga: Ketahui Penyebab Kepala Bayi Peyang dan Cara Mengatasinya

“Jika mandi setiap hari, kemungkinan justru dapat mengganggu mekanisme pertahanan kulit bayi, seperti kelembapan, kelenjar minyak, dan pori-pori,” ujar dr William.

Lebih lanjut ia mengatakan, area tubuh bayi yang perlu dibersihkan secara rutin adalah wajah, leher (terutama lipatan leher), tangan, dan bokong/kemaluan.

“Gunakan air hangat saat memandikan bayi dan hindari sabun antiseptik atau sabun yang beraroma, karena kandungan zat kimiawi dalam parfum atau antiseptik dapat mengiritasi kulit bayi,” jelasnya.

ilustrasi bayiUnsplash/Omar Lopez ilustrasi bayi

Sementara waktu terbaik untuk memandikan bayi adalah saat bayi bangun tidur dan hindari waktu sebelum atau sesudah makan.

“Pastikan ruangan hangat, air hangat untuk mandi, dan siapkan handuk serta baju bersih untuk dipakai setelah mandi,” pungkasnya.

Jika bayi memiliki kondisi kulit tertentu, konsultasikan pada dokter anak untuk mendapat perawatan yang tepat, termasuk mengatur rutinitas agar bayi tetap merasa nyaman.

Baca juga: Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau