
Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
Waswas soal tumbuh kembang si kecil?
Sigap konsultasi ke dokter anak via Kompas.com
KOMPAS.com - Batuk adalah bentuk pertahanan tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan lendir atau bahan- bahan lain, akibat adanya infeksi atau alergi.
Dijelaskan dr Cynthia Rindang Kusumaningtyas., Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, bahwa selama masih ada bahan yang tidak seharusnya ada di saluran napas, maka gejala batuk akan menetap atau hilang timbul.
Baca juga: Sering Batuk, Apakah Tanda Bronkitis?
Gejala batuk yang menetap selama lebih dari 4 minggu masuk dalam kategori batuk kronik.
“Namun sangat dianjurkan untuk membawa anak ke layanan kesehatan setempat, jika batuk sudah berlangsung selama 2 minggu atau lebih, untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata dr Cynthia.
Lebih lanjut dr Cynthia mengatakan, batuk kronik dapat disebabkan oleh infeksi, sinusitis, rhinitis alergi, asma, atau refluks gastroesofagus.
“Obat yang diberikan harus sesuai dengan penyebabnya, karena jika tidak sesuai, kondisi yang terjadi tidak akan membaik,” ujarnya.
Pada kondisi batuk berdahak dapat diberikan obat pengencer dahak dengan dosis yang disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.
Baca juga: Anak Batuk Berdahak, Apakah Perlu Minum Obat?
dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Pondok IndahSelain memberikan obat sesuai dengan penyebabnya, dr Cynthia mengingatkan pentingnya untuk melakukan tindakan suportif, agar anak lekas pulih dari batuknya.
“Pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi setiap hari. Berikan anak makanan dan minuman yang hangat, serta hindari pemberian asupan yang berisiko menyebabkan batuk menjadi lebih parah seperti makanan manis (cokelat, permen, minuman manis), fast food, atau makanan yang digoreng,” paparnya.
Selain itu, buat ruangan di mana anak dapat beristirahat atau bermain dalam kondisi hangat dengan kelembapan yang cukup, untuk membantu saluran napas lebih efektif dalam mengeluarkan lendir yang menumpuk.
“Pada balita, asupan sebaiknya diberikan secara sedikit-sedikit, tetapi lebih sering untuk meminimalisir kemungkinan muntah yang terjadi saat ia batuk,” pungkasnya.
Baca juga: Cara Mengatasi Batuk dan Pilek pada Bayi
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang