Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Batuk pada Anak Tak Kunjung Sembuh, Kapan Harus Minum Obat Batuk?

Kompas.com, 23 Oktober 2022, 10:08 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Baru Jadi Ortu

Waswas soal tumbuh kembang si kecil?

Sigap konsultasi ke dokter anak via Kompas.com

KOMPAS.com - Batuk adalah bentuk pertahanan tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan lendir atau bahan- bahan lain, akibat adanya infeksi atau alergi.

Dijelaskan dr Cynthia Rindang Kusumaningtyas., Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, bahwa selama masih ada bahan yang tidak seharusnya ada di saluran napas, maka gejala batuk akan menetap atau hilang timbul.

Baca juga: Sering Batuk, Apakah Tanda Bronkitis?

Kapan harus minum obat batuk?

Gejala batuk yang menetap selama lebih dari 4 minggu masuk dalam kategori batuk kronik.

“Namun sangat dianjurkan untuk membawa anak ke layanan kesehatan setempat, jika batuk sudah berlangsung selama 2 minggu atau lebih, untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata dr Cynthia.

Lebih lanjut dr Cynthia mengatakan, batuk kronik dapat disebabkan oleh infeksi, sinusitis, rhinitis alergi, asma, atau refluks gastroesofagus.

“Obat yang diberikan harus sesuai dengan penyebabnya, karena jika tidak sesuai, kondisi yang terjadi tidak akan membaik,” ujarnya.

Pada kondisi batuk berdahak dapat diberikan obat pengencer dahak dengan dosis yang disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.

Baca juga: Anak Batuk Berdahak, Apakah Perlu Minum Obat?

dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indahdok. RSPI dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah

Selain memberikan obat sesuai dengan penyebabnya, dr Cynthia mengingatkan pentingnya untuk melakukan tindakan suportif, agar anak lekas pulih dari batuknya.

“Pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi setiap hari. Berikan anak makanan dan minuman yang hangat, serta hindari pemberian asupan yang berisiko menyebabkan batuk menjadi lebih parah seperti makanan manis (cokelat, permen, minuman manis), fast food, atau makanan yang digoreng,” paparnya.

Selain itu, buat ruangan di mana anak dapat beristirahat atau bermain dalam kondisi hangat dengan kelembapan yang cukup, untuk membantu saluran napas lebih efektif dalam mengeluarkan lendir yang menumpuk.

“Pada balita, asupan sebaiknya diberikan secara sedikit-sedikit, tetapi lebih sering untuk meminimalisir kemungkinan muntah yang terjadi saat ia batuk,” pungkasnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Batuk dan Pilek pada Bayi

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau