Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Jenis Ikan Hiu di Indonesia yang Dilindungi

Kompas.com, 2 Desember 2022, 16:11 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Maraknya penangkapan hiu ilegal dan kerusakan lingkungan dapat menyebabkan populasi hiu semakin berkurang.

Salah satu jenis ikan hiu, yakni hiu paus, bahkan sudah masuk ke dalam daftar merah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dan berstatus genting.

Untuk mencegah kepunahan hiu di Indonesia, pemerintah melaii Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merilis surat keputusan tentang jenis-jenis ikan hiu yang dilindungi atau peredarannya diatur oleh konvensi internasional.

Jenis-jenis hiu di Indonesia yang dilindungi

Dilansir dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, berikut adalah daftar ikan hiu di Indonesia yang dilindungi.

Baca juga: Studi: Hiu Megalodon Bisa Memakan Paus Orca Hanya dengan 5 Gigitan

1. Hiu koboi (Charcahinus longimanus?

Hiu koboi atau hiu whitetip samudera adalah hiu pelagis besar yang ditemukan di lautan tropis dan subtropis di seluruh dunia. 

Hiu jenis ini tinggal di lepas pantai di perairan dalam, tetapi menghabiskan sebagian besar waktunya di bagian atas air dekat permukaan. 

Dilansir dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), ancaman utama bagi hiu koboi adalah penangkapan komersial yang didorong oleh permintaan akan siripnya. 

Karena penangkapan yang masif, populasi hiu koboi menurun di seluruh jangkauan globalnya.

2. Hiu lanjaman (Carcharhinus amblyrhynchos)

Hiu lanjaman atau hiu karang abu-abu adalah spesies yang umum ditemukan di terumbu karang, seringkali di daerah yang lebih dalam dekat drop-off ke laut lepas, dan di laguna dangkal yang berdekatan dengan daerah berarus kuat. 

Baca juga: Ikan Tuna Hilangkan Gatal dengan Menggosokkan Tubuhnya ke Hiu

Dilansir dari Shark Research Institute, hiu ini sering terlihat berenang di dekat dasar tetapi akan mengunjungi permukaan, terutama untuk mencari sumber makanan.

Hiu lanjaman biasanya akan menampilkan ancaman ketika didekati terlalu dekat atau dikejutkan oleh suara yang tidak biasa atau gerakan cepat. 

3. Hiu tikus (Alopia vulpinus)

Hiu tikus biasanya ditemukan di perairan beriklim sedang di seluruh dunia. 

Selain itu, hiu tikus merupakan spesies hiu yang gemar bermigrasi sehingga sering bepergian ke seluruh cekungan samudra.

Dikutip dari NOAA, mereka paling umum di dekat daratan dan sering ditemukan di daerah yang kaya dengan plankton yang menjadi makanan favoritnya.

Baca juga: Rekaman Video Tunjukkan Sekelompok Orca Bunuh Hiu Putih Besar

4. Hiu paus (Tipe Rhinkodon)

Hiu paus merupakan spesies yang suka perairan hangat sehingga mereka menghuni semua laut tropis. 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau