Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vaksin Hidung untuk Covid-19 Akan Jadi Vaksin Booster di India

Kompas.com, 13 Desember 2022, 09:02 WIB
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Penulis

KOMPAS.com - Nasal vaccine atau vaksin hidung untuk Covid-19 telah mengantongi izin untuk digunakan sebagai booster di India.

Dilansir dari Medical Xpress, Selasa (13/12/2022), teknologi vaksin Covid-19 hidung ini dilisensikan dari Washington University di St. Louis telah mengantongi izin penggunaan darurat di India.

Persetujuan tersebut mengikuti otoritas penggunaan darurat vaksin Covid-19 oleh pemerintah India pada September.

Rencana penggunaan vaksin hidung tersebut menjadikannya vaksin intranasal pertama di dunia yang menerima persetujuan sebagai vaksin utama untuk Covid-19 dan sebagai vaksin booster.

Baca juga: Vaksin Moderna di Eropa Ditarik, BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Ini di Indonesia Aman Digunakan

Otorisasi yang diperluas itu berarti, vaksin yang diberikan melalui tetesan ke hidung dapat diterima pada hampir semua orang dewasa di India.

Siapa saja penerima vaksin hidung untuk Covid-19 ini?

Orang yang belum pernah divaksinasi Covid-19 yang memenuhi syarat, serta mereka yang sudah menerima vaksin Covid-19 lainnya. Di India, diperkirakan 900 juta orang di India telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

"Kami sangat senang dengan otorisasi penguat vaksin hidung, yang memungkinkan vaksin intranasal ini digunakan oleh lebih banyak orang dan diharapkan dapat mengurangi penularan," ujar Michael S. Diamond, MD, Ph.D., Herbert S. Gasser Profesor Kedokteran dan profesor mikrobiologi molekuler dan patologi & imunologi.

Baca juga: Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 6 Tahun Tunggu Rekomendasi Ahli, Ini Kata Kemenkes

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau