Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Waktu Berubah Saat Mendekati Kecepatan Cahaya?

Kompas.com, 5 Februari 2024, 19:00 WIB
The Conversation,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

Mengapa waktu berubah ketika bergerak mendekati kecepatan cahaya? - Timothy, usia 11 tahun, Shoreview, Minnesota

Oleh: Michael Lam

BAYANGKAN jika kamu berada di dalam mobil yang sedang melaju melintasi pedesaan sambil melihat pemandangan.

Sebuah pohon di kejauhan mendekat ke mobil dan melintas di depan mobil lalu menjauh di kejauhan di belakang mobil tersebut.

Baca juga: Berapa Kecepatan Cahaya?

Tentu saja, kamu tahu bahwa pohon itu tidak benar-benar bangun dan berjalan menuju atau menjauhi kamu. Kamulah yang berada di dalam mobil yang bergerak ke arah pohon itu.

Pohon itu hanya bergerak sebagai perbandingan, atau relatif, terhadap kamu – itulah yang disebut oleh para fisikawan sebagai relativitas.

Jika kamu memiliki seorang teman yang berdiri di dekat pohon itu, mereka akan melihatmu bergerak ke arah mereka dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan yang kamu lihat saat pohon itu bergerak ke arahmu.

Dalam bukunya tahun 1632, Dialogue Concerning the Two Chief World Systems, astronom Galileo Galilei pertama kali menggambarkan prinsip relativitas - gagasan bahwa alam semesta seharusnya berperilaku dengan cara yang sama setiap saat, meskipun dua orang mengalami peristiwa yang berbeda karena yang satu bergerak terhadap yang lain.

Jika kamu berada di dalam mobil dan melemparkan bola ke udara, hukum fisika yang bekerja pada bola tersebut, seperti gaya gravitasi, seharusnya sama dengan yang bekerja pada pengamat yang melihat dari sisi jalan.

Namun, ketika kamu melihat bola itu bergerak ke atas dan kembali ke bawah, seseorang yang berada di pinggir jalan akan melihat bola itu bergerak ke arah atau menjauh dari mereka, juga ke atas dan ke bawah.

Relativitas khusus dan kecepatan cahaya

Albert Einstein kemudian mengusulkan gagasan yang sekarang dikenal sebagai relativitas khusus untuk menjelaskan beberapa pengamatan membingungkan yang tidak memiliki penjelasan intuitif pada saat itu.

Baca juga: Seperti Apa Rasanya Traveling dengan Kecepatan Cahaya?

Einstein menggunakan hasil kerja banyak fisikawan dan astronom pada akhir 1800-an untuk menyusun teorinya pada 1905, dimulai dengan dua bahan utama: prinsip relativitas dan pengamatan aneh bahwa kecepatan cahaya sama untuk setiap pengamat dan tidak ada yang bisa bergerak lebih cepat.

Setiap orang yang mengukur kecepatan cahaya akan mendapatkan hasil yang sama, di mana pun mereka berada atau seberapa cepat mereka bergerak.

Katakanlah kamu berada di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan 60 mil (96,5 km) per jam dan teman yang lain berdiri di dekat pohon.

Ketika mereka melempar bola ke arah kamu dengan kecepatan yang mereka anggap 60 mil per jam, secara logika kamu mungkin berpikir bahwa kamu akan melihat temanmu dan pohon bergerak ke arahmu dengan kecepatan 60 mil per jam dan bola bergerak ke arahmu dengan kecepatan 120 mil (193 km) per jam.

Meskipun hal tersebut sangat dekat dengan nilai yang benar, tapi sebenarnya hal tersebut sedikit keliru.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau