Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta-fakta Menarik Capung, Serangga Pemakan Nyamuk

Kompas.com, 8 Mei 2024, 12:36 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Capung merupakan salah satu serangga yang cukup sering kita temui di sekitar.

Meski begitu banyak hal dari capung yang tidak banyak kita ketahui.

Baca juga: Apakah Capung Memakan Nyamuk?

Misalnya saja, capung ternyata adalah salah satu serangga bersayap pertama yang berevolusi sekitar 300 tahun yang lalu. Capung purba pun punya ukuran yang jauh lebih besar daripada sekarang.

Fosil capung yang ditemukan mengungkap, hewan tersebut punya lebar sayap hingga 60 cm. Sementara capung modern lebar sayapnya hanya 5 hingga 12 cm.

Beberapa ilmuwan berteori, kadar oksigen yang tinggi selama era Paleozoikum memungkinkan capung tumbuh hingga ukuran sebesar itu.

Itu hanya salah satu dari fakta capung yang menarik, masih ada yang lainnya. Apa saja berikut beberapa fakta-fakta menarik capung.

Ada ribuan spesies capung di dunia

Mengutip A-Z Animals, ada lebih dari 7.000 spesies capung yang diketahui dunia.

Serangga ini hidup di seluruh dunia kecuali Antartika. Mereka hidup di daerah beriklim hangat dan dekat perairan termasuk danau, kolam, rawa, dan sungai.

Capung dewasa mudah dikenali dari tubuhnya yang sempit seperti jarum dan dua pasang sayap ramping berwarna-warni.

Baca juga: Seperti Apa Asal-usul Sayap Serangga?

Penerbang handal

Melansir Smithsonian, capung adalah penerbang ahli. Mereka bisa terbang lurus ke atas dan ke bawah, melayang seperti helikopter dan bahkan kawin di udara.

Mencari makan saat terbang

Jika mereka tidak bisa terbang, capung akan kelaparan karena hanya memakan mangsa yang ditangkap saat terbang.

Capung menangkap mangsa dengan cara meraih menggunakan kakkunya.

Serangga ini juga sangat efisien dalam berburu, sehingga dalam sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, capung bisa menangkap 90 hingga 95 persen mangsanya.

Berburu nyamuk

Bagi yang belum mengatahuinya, capung ternyata memangsa nyamuk. Dalam tahap larva, yang bisa bertahan hingga dua tahun, capung hidup di air dan memakan apa saja. Itu termasuk kecebong, nyamuk, ikan, larva serangga lain, dan bahkan satu sama lain.

Capung dewasa juga merupakan pengontrol yang baik terhadap populasi nyamuk. Seekor capung dapat memakan 30 hingga ratusan nyamuk per hari.

Baca juga: Seberapa Tinggi Serangga Bisa Terbang?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau