Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Memberi Makan Daging Mentah Baik untuk Anjing?

Kompas.com, 11 Juni 2024, 09:00 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ada perdebatan yang berkembang tentang bagaimana seharusnya memberi makan hewan peliharaan Anda.

Saat ini saja beberapa pemilik hewan peliharaan menentang tren pemberian makan kaleng atau olahan pada anjing mereka.

Baca juga: Apakah Efek Memberi Makan Anjing Daging Mentah?

Para pemilik anjing ini memilih pola makan berbahan dasar daging mentah yang dikenal sebagai Bones And Raw Food (BARF) yang dikenal juga sebagai makanan mentah yang sesuai secara biologis.

Mengutip IFL Science, makan itu mencakup bahan-bahan mentah yang berasal dari hewan ternak yang dapat dibeli secara komersial atau disiapkan sendiri di rumah.

Survei tahun 2016 sendiri menunjukkan ada 3 persen pemilik anjing di Amerika Serikat yang membeli raw food dan 17 persen pemilik anjing yang membeli makanan manusia yang mentah atau dimasak untuk hewan peliharaan mereka.

Meski pola makan daging mentah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi hewan peliharaan jika seimbang, tidak ada bukti jelas bahwa pola makan tersebut lebih baik untuk kesehatan hewan.

Ada juga beberapa risiko potensial saat memberi makan daging mentah kepada hewan.

Beberapa asosiasi berbeda juga melarang pola makan daging mentah untuk hewan peliharaan.

Salah satunya termasuk American Veterinary Medical Association (AVMA), yang menentang pemberian makanan ini kepada kucing dan anjing karena risikonya terhadap kesehatan manusia dan hewan.

Baca juga: Berapa Jumlah Air yang Dibutuhkan Anjing Setiap Harinya?

Memang apa sih risikonya?

Seluruh dunia penuh dengan mikroba dan beberapa di antaranya lebih berbahaya dibandingkan yang lain.

Banyak makalah ilmiah menunjukkan bahwa protein hewani apa pun dapat terkontaminasi oleh berbagai organisme patogen, termasuk Staphylococcus aureus enterotoksigenik, Escherichia coli, Listeria monocytogenes, Salmonella spp, Campylobacter spp, dan Clostridium spp.

Hal ini dapat menyebabkan hewan terserang penyakit bawaan makanan.

Tidak hanya itu saja, ada risiko kita juga terpapar penyakit.

Hal tersebut karena beberapa patogen dapat berpindah ke manusia melalui anjing yang memakan daging mentah itu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau