Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Pencurian Mona Lisa 113 Tahun Lalu yang Membuatnya Dikenal Dunia

Kompas.com, 21 Agustus 2024, 20:17 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

KOMPAS.com - 21 Agustus 1911 adalah salah satu hari bersejarah bagi lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.

Hari itu, 113 tahun yang lalu, tiba-tiba lukisan Mona Lisa menjadi tenar. Ya, sebelumnya lukisan ikonik karya da Vinci itu memang tak setenar sekarang.

Baca juga: Siapa Sosok Asli Mona Lisa di Lukisan Leonardo Da Vinci?

Sebuah peristiwa pencurianlah yang menjadi titik balik ketenarannya. Bagaimana kisahnya?

Di balik layar museum

Pada pagi yang sepi tahun 21 Agustus 1911, tiga orang pria meninggalkan Museum Louvre, Paris dengan tergesa.

Ketiga pria tersebut adalah Vincenzo Peruggia dan dua orang rekannya. Peruggia sendiri merupakan pekerja di Louvre yang pernah membantu membuat kotak pelindung untuk lukisan Mona Lisa.

Dikisahkan dalam buku The Thefts of the Mona Lisa: The Complete Story of the World's Most Famous Artwork karya Noah Charney, Peruggia dan dua rekannya mencuri lukisan tersebut dengan cara yang sangat sederhana.

Tiga kawanan itu bersembunyi dalam lemari perlengkapan semalam saat museum tutup. Ketika Louvre belum dibuka untuk umum, mereka dengan tenang melepas lukisan Mona Lisa dari dinding.

Selanjutnya, mereka membungkus lukisan ikonik itu dengan kain dan keluar melalui pintu samping.

Menggemparkan dunia

Namun yang mengejutkan dari kisah pencurian ini adalah hilangnya si lukisan ikonik itu baru disadari lebih dari 24 jam setelah kejadian.

Baca juga: Mengapa Lukisan Mona Lisa Terkenal?

Orang yang menyadarinya adalah seorang seniman yang datang untuk melukis tiruang Mona Lisa.

Diungkap dalam buku The Crimes of Paris karya Dorothy Hoobler dan Thomas Hoobler, barulah kepanikan atas hilangnya Mona Lisa terjadi. Bahkan, Louvre mengumumkan kehilangan tersebut ke media.

Dalam sekejap, berita hilangnya mahakarya da Vinci itu menjadi berita utama di seluruh dunia.

The New York Times menuliskan berita ini dengan judul "60 Detectives Seek Stolen 'Mona Lisa,' French Public Indignant."

Pencurian ini juga menjadi skandal nasional, bahkan memicu kecurigaan terhadap tokoh-tokoh ternama seperti J.P. Morgan dan Pablo Picasso terlibat di dalamnya.

Mona Lisa jadi legenda

Ironisnya, sebelum dicuri, lukisan Mona Lisa tidak begitu dikenal di luar kalangan pecinta seni.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau