Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Ini Puncak Hujan Meteor Quadrantid, Bagaimana Menyaksikannya?

Kompas.com, 3 Januari 2025, 15:01 WIB
Wisnubrata

Penulis

Sumber Physorg

Kompas.com - Hujan meteor Quadrantid mencapai puncaknya pada hari Jumat (3/1/2025), dan akan menjadi kesempatan pertama tahun ini untuk melihat bola api berjatuhan dari langit.

Bulan sabit yang memudar malam ini akan membuat kita bisa melihat pertunjukkan menarik bila langit dalam kondisi cerah.

Adapun kebanyakan hujan meteor diberi nama berdasarkan konstelasi asal mulanya di langit malam. Namun Quadrantids "mengambil namanya dari konstelasi yang sudah tidak ada lagi, yaitu Quadrans Muralis," kata William Cooke dari NASA.

Saat ini, titik radian hujan meteor ini berada di dekat konstelasi Boötes (Sang Penggembala atau The Herdsman) di langit utara, tidak jauh dari asterisma Big Dipper atau bintang Biduk. 

Meteor-meteor ini biasanya tidak memiliki ekor yang panjang, tetapi bagian kepalanya mungkin tampak seperti bola api yang terang. Pada puncaknya mungkin akan terlihat sebanyak 120 meteor per jam, menurut NASA, dan akan menjadi makin jarang hingga 16 Januari mendatang. 

Apa itu hujan meteor?

Saat Bumi mengorbit matahari, beberapa kali dalam setahun ia melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh komet—dan terkadang asteroid. Sumber Quadrantids adalah puing-puing asteroid 2003 EH1.

Ketika batuan luar angkasa yang bergerak cepat ini memasuki atmosfer Bumi, puing-puing tersebut menghadapi hambatan atu gesekan dengan udara dan menjadi sangat panas, hingga akhirnya terbakar.

Kadang-kadang udara di sekitarnya bersinar sebentar, meninggalkan ekor yang berapi-api sehingga sering disebut "bintang jatuh".

Kita tidak memerlukan peralatan khusus untuk melihat berbagai hujan meteor yang terjadi setiap tahunnya, cukup menjauh dari lampu kota agar kita bisa melihat langit gelap tanpa cahaya lampu.

Cara melihat hujan meteor

Waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor adalah pada dini hari, saat bulan berada rendah di langit. Aktivitas meteor biasanya meningkat setelah tengah malam hingga menjelang fajar.

Sumber cahaya yang menyaingi —seperti bulan yang terang atau cahaya buatan— adalah hambatan utama dalam melihat meteor dengan jelas. Malam tanpa awan saat bulan menyusut paling kecil adalah kesempatan melihat yang optimal. Jadi carilah tempat yang tidak terkena polusi cahaya.

Meskipun meteor Quadrantid tampak berasal dari arah konstelasi Boötes, kita tidak perlu fokus hanya ke satu titik. Meteornya dapat muncul di berbagai bagian langit, jadi pandanglah ke arah langit yang luas.

Dan ingatlah untuk terus melihat ke atas, bukan ke bawah. Mata kita akan lebih beradaptasi untuk melihat bintang jatuh jika tidak sibuk  bermain ponsel.

Quadrantid akan mencapai puncaknya pada malam dengan bulan sabit tipis, hanya 11% purnama.

Hujan meteor berikutnya, Lyrids, akan mencapai puncaknya pada pertengahan April.

Baca juga: Mengenal Hujan Meteor Perseid, Fenomena yang Terjadi Setiap Agustus

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau