Penulis
KOMPAS.com - Fenomena Supermoon atau Purnama Perigean, yang ditandai dengan posisi Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi (Perigee) bersamaan dengan Bulan Purnama pada 4 Desember 2025, memicu peringatan serius dari otoritas terkait.
Dampak Supermoon ini berupa potensi peningkatan ketinggian maksimum air laut, yang dapat menyebabkan banjir rob di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Baca juga: Apa Itu Cold Moon? Terbit 4 Desember 2025, Namanya Terkait Musim
Astronom Amatir Marufin Sudibyo menegaskan bahwa fenomena Purnama Perigean selalu berkaitan dengan pasang naik maksimum.
"Purnama perigean selalu berkaitan dengan pasang naik maksimum. Sehingga memiliki risiko untuk dataran rendah pasang surut seperti yang ada di pesisir Utara pulau Jawa dan pesisir timur Sumatera," jelas Marufin Sudibyo kepada Kompas.com, Rabu (3/12/2025).
Menurut Marufin, ada potensi kuat terjadinya genangan pasang naik (rob), khususnya untuk daerah-daerah yang berada di bawah elevasi permukaan laut.
"Ada potensi terjadinya genangan pasang naik (rob), khususnya untuk daerah-daerah yang berada di bawah elevasi paras laut," katanya.
Lokasinya seperti di Jakarta Utara, titik-titik di kota Pekalongan bagian Utara, dan titik-titik di Semarang bagian utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menguatkan peringatan tersebut dengan merilis daftar wilayah pesisir yang diperkirakan terdampak Dampak Supermoon ini.
Dikutip dari unggahan akun resmi BMKG di Instagram (@infobmkg), banjir pesisir (rob) diperkirakan terjadi di sejumlah besar wilayah pesisir Indonesia, mencakup sedikitnya 21 provinsi dan wilayah:
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Menyaksikan Supermoon Cold Moon 4 Desember 2025?
Dampak Supermoon ini diprediksi dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan pesisir.
BMKG menyebut, aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan, kegiatan di permukiman pesisir, hingga tambak garam dan perikanan darat berpotensi terganggu akibat pasang maksimum air laut.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi dampak pasang maksimum air laut selama fenomena berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya