Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sinyal Radio Misterius di Pusat Galaksi Bima Sakti, Benarkah Pulsar yang Bisa Uji Teori Einstein?

Kompas.com, 12 Februari 2026, 20:25 WIB
Wisnubrata

Penulis

KOMPAS.com - Sebuah sinyal radio misterius yang terdeteksi di pusat Galaksi Bima Sakti membuka peluang besar bagi ilmuwan untuk menguji kembali teori relativitas umum Albert Einstein. Sinyal tersebut diduga berasal dari pulsar—inti bintang superpadat yang berputar sangat cepat—yang berada sangat dekat dengan lubang hitam supermasif Sagittarius A*.

Jika benar, temuan ini bukan sekadar penemuan objek langit baru, tetapi juga laboratorium kosmik alami untuk menguji hukum gravitasi paling fundamental di alam semesta.

Baca juga: Astronom Temukan Aktivitas Aneh di Pusat Galaksi Bima Sakti

Sinyal dari “Mercusuar Kosmik”

Para ilmuwan menduga mereka telah menemukan sebuah pulsar di jantung galaksi kita. Pulsar adalah jenis bintang neutron—sisa inti bintang masif yang telah meledak sebagai supernova. Objek ini sangat padat dan berputar dengan kecepatan luar biasa, sambil memancarkan gelombang radio dari kutub magnetiknya.

Karena pancaran radiasinya menyapu ruang angkasa seperti cahaya mercusuar, pulsar sering dijuluki sebagai “mercusuar kosmik”. Setiap kali berputar, pancaran tersebut dapat terdeteksi dari Bumi sebagai denyutan sinyal radio yang sangat teratur.

Pulsar kandidat yang baru ditemukan ini berputar setiap 8,19 milidetik—artinya ia berotasi lebih dari 120 kali per detik. Lokasinya berada di sekitar Sagittarius A*, lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti yang massanya sekitar 4 juta kali massa Matahari.

Penelitian ini dipimpin oleh Karen Perez dari SETI Institute dan dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal pada 9 Februari.

Para peneliti kini menantikan pengamatan lanjutan untuk memastikan apakah sinyal tersebut benar-benar berasal dari pulsar atau dari sumber radio eksotis lainnya.

Baca juga: Semburan Energi Terlihat dari Lubang Hitam di Pusat Galaksi Bima Sakti

Mengapa Pulsar di Pusat Galaksi Sangat Penting?

Keberadaan pulsar di dekat lubang hitam supermasif sangatlah langka dan berharga bagi sains. Alasannya berkaitan langsung dengan teori relativitas umum yang pertama kali diajukan Albert Einstein pada 1915.

Menurut relativitas umum, gravitasi bukanlah gaya seperti yang dibayangkan dalam fisika klasik, melainkan akibat dari kelengkungan ruang-waktu. Benda-benda bermassa besar seperti bintang atau lubang hitam akan “membengkokkan” ruang dan waktu di sekitarnya.

Semakin besar massanya, semakin kuat efek kelengkungannya.

Lubang hitam supermasif seperti Sagittarius A* merupakan contoh ekstrem dari fenomena ini. Jika sebuah pulsar berada sangat dekat dengannya, maka rotasi pulsar tersebut akan sangat sensitif terhadap gangguan gravitasi di sekitarnya.

Dengan kata lain, pulsar bisa menjadi alat ukur presisi untuk memetakan bagaimana ruang-waktu melengkung di sekitar lubang hitam.

Baca juga: Gelombang Radio Misterius Terdeteksi dari Pusat Galaksi Bima Sakti, Apa itu?

Menguji Relativitas Einstein dengan Ketelitian Tinggi

Karena pulsar berputar sangat cepat dan stabil, denyut sinyalnya bisa diukur dengan presisi luar biasa. Perubahan kecil saja pada pola denyutan dapat menunjukkan adanya gangguan gravitasi.

Ilmuwan memperkirakan dua efek utama dapat diamati:

Anomali pada waktu kedatangan sinyal

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau