Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perang Ukraina Picu Domestikasi Terbalik: Anjing Kembali Mirip Serigala

Kompas.com, 24 Februari 2026, 13:17 WIB
Wisnubrata

Penulis

Sumber Earth.com

KOMPAS.com - Perang Rusia-Ukraina bukan hanya menggores peta politik dan menghancurkan infrastruktur. Konflik berkepanjangan ini juga memicu perubahan mengejutkan pada hewan domestik, khususnya anjing. Dalam waktu kurang dari setahun, anjing-anjing yang hidup paling dekat dengan garis depan pertempuran dilaporkan mengalami perubahan fisik dan perilaku yang membuat mereka tampak lebih mirip serigala.

Fenomena ini oleh para peneliti disebut sebagai bentuk “domestikasi terbalik” (reverse domestication), yaitu ketika tekanan lingkungan ekstrem mengikis ciri-ciri hasil ratusan tahun hidup berdampingan dengan manusia.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Applications.

Baca juga: Domestikasi Hewan, Begini Sejarah Manusia Punya Peliharaan

Perubahan Fisik Anjing di Garis Depan Perang

Penelitian yang dipimpin oleh Mariia Martsiv dari Ivan Franko National University of Lviv mendokumentasikan 763 anjing liar dan semi-liar di sembilan wilayah Ukraina.

Hasilnya mencengangkan. Anjing-anjing yang hidup di dekat zona pertempuran aktif menunjukkan kombinasi ciri yang jarang terlihat bersama dalam kondisi normal: telinga tegak, tubuh lebih ramping, moncong lebih panjang, ekor lurus, dan bulu dengan lebih sedikit warna putih.

Perbedaan antara anjing di garis depan dan anjing di wilayah barat Ukraina yang relatif aman sudah tampak jelas dalam periode pengamatan 10 bulan.

Karena perubahan ini terjadi terlalu cepat untuk disebabkan oleh mutasi genetik baru, peneliti menyimpulkan bahwa yang terjadi adalah proses seleksi alam yang brutal—bukan evolusi baru, melainkan penyaringan siapa yang mampu bertahan hidup.

Martsiv menuliskan, “Anjing dengan fenotipe ‘liar’ sebenarnya lebih mungkin bertahan hidup di garis depan: telinga tegak, ekor lurus, bulu lebih sedikit warna putih.”

Baca juga: Hampir Semua Anjing Modern Masih Menyimpan DNA Serigala, Mana yang Terdekat?

Dari Hewan Peliharaan Menjadi Pejuang Jalanan

Perang memaksa jutaan warga Ukraina mengungsi. Rutinitas yang selama ini menjaga anjing tetap diberi makan dan dipelihara pun runtuh. Banyak hewan peliharaan ditinggalkan di stasiun kereta atau wilayah yang diduduki.

“Sejak awal perang di Ukraina, situasi hewan domestik sangat menyedihkan,” kata Martsiv.

Ketika pemiliknya menghilang, anjing-anjing yang tersisa harus bergantung pada sisa makanan dan belas kasih orang asing. Dalam kondisi kekurangan pangan dan bahaya ledakan, hanya anjing dengan tubuh dan perilaku paling adaptif yang mampu bertahan.

Baca juga: Chernobyl Jadi Laboratorium Evolusi: Apa yang Terjadi pada Anjing Liar?

Seleksi Alam yang Terjadi dalam Hitungan Bulan

Perang tidak memberi waktu bagi anjing untuk mengembangkan gen baru. Namun perang menentukan siapa yang hidup dan siapa yang mati.

Anjing berhidung pesek (brachycephalic) lebih jarang ditemukan di garis depan. Masalah pernapasan yang umum pada ras berhidung pendek bisa menjadi hambatan fatal saat harus berlari menghindari ledakan. Begitu pula anjing bertubuh sangat panjang atau berkaki pendek yang memiliki keterbatasan gerak.

Seiring waktu, bentuk-bentuk tubuh yang rentan menghilang. Populasi yang tersisa menjadi kurang beragam secara fisik—sebuah kondisi yang bisa menyulitkan pemulihan populasi di masa depan.

Baca juga: 12 Ras Anjing Berisiko Alami Gangguan Pernapasan, Apa Sebabnya?

Kelaparan Ekstrem: 82% Anjing Terlalu Kurus

Penurunan berat badan paling tajam ditemukan di zona perang aktif. Dari analisis perbandingan tinggi dan berat badan, sekitar 82% anjing tergolong sangat kurus dan kekurangan gizi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau