Penulis
KOMPAS.com - Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan populer yang telah hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun.
Dikutip dari laman Britannica, anjing diduga telah dijinakkan dan dipelihara sebagai hewan peliharaan sejak zaman Paleolitikum.
Hal tersebut dapat diduga dari lukisan dan ukiran yang ditemukan para arkeolog di tempat pemukiman dan makam kuno.
Kemungkinan anjing juga bukan hanya menjadi spesies pertama yang didomestikasi tetapi juga hewan pertama yang dipelihara sebagai hewan peliharaan.
Baca juga: 7 Manfaat Memelihara Anjing bagi Lansia, Salah Satunya Menjaga Tubuh Tetap Bugar
Dilansir dari laman BBC internasional, anjing kemungkinan besar berevolusi dari serigala di satu lokasi sekitar 20.000 hingga 40.000 tahun yang lalu.
Sebelumnya, ada anggapan bahwa anjing dijinakkan dari dua populasi serigala yang hidup terpisah ribuan mil.
Penelitian dilakukan dengan mempelajari DNA dari tiga anjing yang ditemukan di situs arkeologi di Jerman dan Irlandia yang berusia antara 4.700 dan 7.000 tahun.
Anjing purba diketahui memiliki nenek moyang yang sama dengan anjing Eropa modern.
Baca juga: 7 Manfaat Memelihara Anjing, Salah Satunya Baik untuk Kesehatan Jantung
Dengan melihat tingkat perubahan DNA dari spesimen tertua, para ilmuwan dapat memperkirakan waktu domestikasi anjing antara 20.000 dan 40.000 tahun yang lalu.
Proses domestikasi anjing dimulai ketika populasi serigala pindah ke pinggiran kamp pemburu-pengumpul untuk mengais sisa makanan.
Seiring berjalannya waktu, manusia dan serigala mengembangkan semacam hubungan simbiosis, yang pada akhirnya berkembang menjadi anjing peliharaan seperti sekarang.
Para ilmuwan yakin anjing mulai berpindah-pindah wilayah, mungkin bersama manusia, sekitar 20.000 tahun yang lalu.
Baca juga: Berbeda dengan Manusia, Begini Cara Anjing Melihat Warna dan Dunia
Anjing-anjing tersebut kemudian dibiakkan karena keahliannya sebagai pemburu, penggembala, atau gundog, yang pada akhirnya menciptakan ratusan ras modern.
Namun anjing yang berumur 7.000 tahun, anjing Neolitikum, dari Eropa dianggap nenek moyang dari sebagian besar anjing ras modern yang ditemukan di seluruh dunia.
Hubungan nenek moyang ini bahkan mungkin dimulai dari fosil anjing tertua yang pernah ketahui, yang berusia sekitar 14.000 tahun di Jerman.