KOMPAS.com - Media sosial sedang diramaikan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan perubahan warna indikator tabung gas elpiji 3 kilogram atau gas melon, dari semula merah menjadi biru–hijau seusai disiram air panas.
Video itu menarik perhatian publik karena menunjukkan seolah-olah tabung gas yang dinilai sudah habis dapat “diisi kembali” hanya dengan cara sederhana, yakni menyiram air.
Bagaimana berkembangnya narasi ini dan benarkah tabung gas bisa terisi kembali hanya dengan disiram air panas?
Dalam video yang diunggah akun @haiji***, pada Selasa (16/12/2025), tampak seseorang menyiramkan air panas ke permukaan tabung gas melon.
Tak lama berselang, indikator tekanan pada tabung yang sebelumnya menunjukkan warna merah atau umumnya dipahami sebagai tanda gas habis berubah menjadi hijau atau terisi.
Fenomena itu kemudian dianggap oleh sebagaina warganet kerap diartikan sebagai kondisi penuh atau masih berisi.
Unggahan itu disertai narasi yang mengklaim adanya kesalahan dan pembenaran dalam penggunaan elpiji.
Baca juga: 5 Mitos tentang Regulator Gas yang Masih Banyak Dipercaya, Pakar Ungkap Faktanya
Disebutkan bahwa merendam tabung dalam air dingin dianggap keliru, sedangkan menyiramnya dengan air panas diklaim sebagai cara yang benar.
Dalam keterangannya, pembuat video menulis bahwa elpiji yang “mengkristal” akan kembali menguap ketika dipanaskan, sehingga gas disebut bisa digunakan hingga dua kali lipat karena pembekuan dinilai minimal.
Klaim itu sontak memantik diskusi dan perdebatan di kolom komentar.
Sejumlah warganet meragukan kebenaran narasi tersebut dan mengingatkan potensi bahaya yang mengintai.
“Itu hanya menambah tekanan, bukan isinya,” tulis akun @angkringanh***.
Sementara akun lain, @nawina***, secara tegas mengingatkan, “Jangan pernah ditiru”.
Di tengah simpang siur informasi dan klaim yang beredar luas, publik pun mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di balik perubahan warna indikator tersebut.
Apakah benar gas kembali tersedia, ataukah hanya efek sesaat akibat perlakuan tertentu?