Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Feng Shui Jelaskan Penataan Rumah di Tahun Kuda Api 2026 agar Lebih Beruntung, Jangan Sembarang Renov

Kompas.com, 19 Februari 2026, 08:00 WIB
Fatimah Az Zahra,
Albertus Adit

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tahun 2026 dalam penanggalan China dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Tahun ini identik dengan energi dinamis, berani, dan penuh perubahan.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sendiri baru saja dirayakan pada Selasa, 17 Februari 2026 lalu. Bagi banyak orang, perayaan tahun baru menjadi momentum untuk memulai lembaran baru.

Selain tradisi dan perayaan, Imlek juga sering dimaknai sebagai waktu untuk menata ulang kehidupan, termasuk lingkungan tempat tinggal.

Salah satu pedoman yang kerap digunakan adalah Feng Shui, ilmu penataan ruang yang bertujuan menciptakan keseimbangan energi agar kehidupan berjalan lebih harmonis.

Melalui pengaturan kebersihan, pencahayaan, arah, dan fungsi ruang, Feng Shui dipercaya dapat memengaruhi keberuntungan, kesehatan, hingga keharmonisan keluarga.

Lantas, bagaimana penataan rumah ala Feng Shui pada tahun Kuda Api agar lebih beruntung?

Baca juga: 100 Ucapan Imlek 2026 Penuh Harapan dan Keberuntungan

Penataan rumah dengan ilmu Feng Shui pada tahun Kuda Api

Ahli Feng Shui, Yulius Fang menjelaskan penataan rumah yang menurut ilmu Feng Shui dapat menghadirkan keberuntungan dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Hal ini terutama pada tahun 2577 Kongzili atau 2026 yang merupakan tahun Kuda Api.

Yulius mengemukakan perlunya memperhatikan kerapian dan kebersihan rumah pada masa peralihan dari tahun Ular Kayu ke tahun Kuda Api.

"Rapi itu artinya jangan ada barang berantakan, bersih itu jangan kotor. Kalau kotor harus dicat ulang. Kemudian harus terang, terang itu artinya harus ada dipasang lampu kalau gelap, dan kalau tidur dimatikan," kata Yulius, dikutip dari Antara, Selasa (17/2/2026). 

Selain itu, pada bagian selatan dan utara rumah sebaiknya dipasang lampu penerangan berwarna putih, serta tidak melakukan renovasi pada ruangan tersebut. 

Baca juga: Cara Bikin Poster Imlek 2026 di Gemini AI, Ini Prompt Siap Copy-Paste

Kemudian, pada area utara dan selatan rumah, Yulius mengatakan sebaiknya tidak digunakan sebagai kamar tidur. 

Di bagian tersebut, ia mengatakan sebaiknya ranjang tidak diletakkan pada posisi mata angin. Hal ini guna menghindari masalah yang mungkin muncul pada tahun Kuda Api.

"Jika ingin memajang dekorasi berupa pohon buah asli atau imitasi, sebaiknya tidak diletakkan di barat daya, timur laut, tenggara, selatan, atau barat laut demi peruntungan baik," lanjut Yulius. 

Dan jika dekorasi tersebut merupakan pohon yang berbuah atau berbunga, ia menyarankan agar diletakkan di posisi utara atau barat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau