KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, awal musim kemarau tahun ini umumnya berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menuju Angin Timuran (Monsun Australia).
"Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, terdapat 114 ZOM (16,3 persen) yang akan memasuki musim kemarau pada April 2026," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Secara umum, kata dia, musim kemarau 2026 diprediksi bersifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya, serta sebagian lainnya berada pada kondisi normal.
BMKG mencatat sebanyak 451 ZOM (64,5 persen) akan mengalami kondisi lebih kering, sementara 245 ZOM (35,1 persen) diperkirakan normal.
Namun, terdapat 3 ZOM (0,4 persen) yang diprediksi mengalami kondisi atas normal atau lebih basah dari biasanya, yakni di Gorontalo bagian utara dan selatan serta sebagian kecil Sulawesi Tenggara.
Sebaliknya, wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih kering tersebar luas, mulai dari sebagian Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Lantas, mana saja wilayah yang sudah mulai masuk musim kemarau 2026?
Baca juga: Musim Kemarau 2026 Bakal Lebih Panjang, Dimulai April?
Ardhasena mengungkapkan, wilayah yang mulai memasuki musim kemarau pada April 2026 meliputi:
Memasuki Mei 2026, jumlah wilayah yang masuk musim kemarau diperkirakan bertambah menjadi 184 ZOM (26,3 persen). Wilayahnya mencakup:
Sementara itu, pada Juni 2026, sebanyak 163 ZOM (23,3 persen) diprediksi mulai mengalami musim kemarau. Wilayahnya meliputi:
"Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologinya (periode 1991–2020), awal musim kemarau 2026 di Indonesia diprediksi lebih maju pada 325 ZOM (46,5 persen), sama pada 173 ZOM (24,7 persen), dan mundur pada 72 ZOM (10,3 persen)."
Wilayah yang diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat antara lain sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, hingga Kalimantan dan Sulawesi juga termasuk dalam kategori ini, serta sebagian Maluku dan Papua.
Baca juga: BMKG: 18 Wilayah Berpotensi Dilanda Banjir Rob 29 Maret–16 April 2026, Ini Daftarnya
Ardhasena menjelaskan, puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi secara bertahap.