Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapten Timnas Futsal Bocorkan Instruksi Pelatih di Balik Kemenangan 6-1 Atas Thailand

Kompas.com, 21 Desember 2025, 18:55 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kapten Timnas Futsal Indonesia, Mochammad Iqbal Iskandar, membocorkan instruksi pelatih di balik kemenangan besar atas Thailand di laga terakhir fase grup cabang olahraga futsal putra SEA Games 2025.

Timnas Futsal Indonesia sukses mencatatkan sejarah setelah memastikan medali emas pada SEA Games 2025.

Perolehan tersebut menjadi medali emas pertama sepanjang keikutsertaan skuad Garuda di cabor futsal yang mulai dipertandingkan di SEA Games pada 2007 silam.

Kemenangan telak 6-1 dalam pertandingan di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium, Jumat (19/12/2025), menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan raja baru futsal Asia Tenggara memutus dominasi Thailand.

Kemenangan ini terasa lebih manis dan dramatis lantaran dicatatkan di kandang Thailand yang mendapatkan dukungan penuh suporter tuan rumah.

Baca juga: Cerita Kapten Timnas Futsal Soal Kejadian Tak Terduga di SEA Games 2025

Dikatakan Mochammad Iqbal Iskandar, keberhasilan ini tak lepas dari strategi yang disusun oleh tim kepelatihan yang dipimpin oleh Hector Souto.

Pemain hanya mengikuti instruksi pelatih yang memotivasi anak-anak asuhnya untuk tampil all out demi mengunci kemenangan.

"Jadi, kami sebenarnya cuma mengikuti instruksi dari pelatih saja untuk total di lapangan, sembari coba mengontrol apa yang bisa kita kontrol seperti performa kita," kata Iqbal ketika diwawancarai selepas acara penyambutan kepulangan atlet dari SEA Games 2025 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (20/12/2025).

"Pelatih juga menekankan untuk main maksimal. Ibaratkan ini pertandingan terakhir kita. Jangan terpengaruh soal emosi dan sebagainya. Jadi, kami main all out dan Alhamdulillah hasilnya bisa menang," tutur dia.

Lebih lanjut, Iqbal mengaku bersyukur skuad Garuda bisa meraih medali emas pada SEA Games 2025 ini.

Semangat Menurun

Pasalnya, semangat tim sempat menurun setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Vietnam.

Baca juga: Indonesia Raih 91 Medali Emas SEA Games 2025, Terbanyak Ketiga dalam Sejarah

Beruntung, Dewa Rizki dkk bisa menjaga fokus dan bangkit ketika menghadapi Malaysia yang juga menjadi pemantik semangat Timnas Futsal Indonesia dalam menjaga asa juara di SEA Games 2025.

Momen selebrasi pemain Timnas futsal Indonesia dalam pertandingan SEA Games 2025 melawan Thailand yang digelar di Nonthaburi Stadium, Nonthaburi, pada Kamis, 19 Desember 2025.Dok. FFI Momen selebrasi pemain Timnas futsal Indonesia dalam pertandingan SEA Games 2025 melawan Thailand yang digelar di Nonthaburi Stadium, Nonthaburi, pada Kamis, 19 Desember 2025.

"Yang pasti setelah lawan Vietnam kita pasti kecewa. Cuma staf pelatih juga selalu memberikan arahan jangan terlalu larut, soalnya kita tidak bisa mengubah keadaan apa yang sudah terjadi, jadi kita fokus ke pertandingan selanjutnya," ujar Iqbal.

Hadapi Sorotan

Bersamaan dengan sukses ini, Iqbal menyadari Timnas Futsal Indonesia bakal mendapatkan banyak sorotan. Apalagi, setelah ini mereka telah dinanti Piala Asia Futsal 2026 yang akan bergulir di Jakarta.

Di satu sisi, pemain 30 tahun itu sangat senang dengan hal tersebut.

Namun, dia juga menyadari kondisi ini membuat skuad Garuda harus bisa menjaga konsistensi demi memenuhi ekspektasi masyarakat.

"Yang pasti Alhamdulillah timnas futsal kita sekarang lebih diperhatikan. Ini suatu kebanggaan juga buat saya pribadi," ucap Iqbal.

"Semoga masyarakat Indonesia dan pihak pihak lainnya bisa terus support dan dukung timnas futsal kita untuk lebih maju."

"Salah satunya dengan uji coba menghadapi tim-tim yang lebih kuat seperti kemarin di turnamen Four Nations. Hal-hal seperti itu yang dibutuhkan sama timnas kita untuk bisa lebih meningkat lagi ke depan," jelasnya.

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau