Penulis
KOMPAS.com - Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) bersama Dewan Liga Eredivisie tengah menginvestigasi status kewarganegaraan pemain Tim Nasional Indonesia di Liga Belanda terkait aturan pekerja non-Uni Eropa, sekaligus menolak tuntutan pengulangan pertandingan melalui keterangan resmi pada 24 Maret 2026.
Mengutip keterangan resmi Eredivisie, dewan liga sepak bola profesional yang terdiri atas Eredivisie, KNVB, dan Divisi Pertama telah menerima nota keberatan dari klub NAC Breda dan TOP Oss.
Jaksa sepak bola profesional sedang meninjau dimensi hukum ketenagakerjaan dan kewarganegaraan dari kasus ini.
"Sembari menunggu hasil investigasi, dewan liga tidak berniat untuk membatalkan pertandingan dari musim ini atau memerintahkan untuk diulang. Keputusan akhir akan dibuat setelah jaksa sepak bola profesional menyimpulkan investigasinya," bunyi keterangan resmi Eredivisie.
Penyelidikan ini berawal dari protes NAC Breda terhadap partisipasi Dean James (Go Ahead Eagles) usai kalah 0-6, serta aduan TOP Oss terhadap Nathan Tjoe-A-On (Willem II) usai kalah 1-3.
Hukum negara Belanda menggugurkan paspor warga negaranya saat mereka mewakili negara lain, sehingga memaksa klub mendaftarkan pemain sebagai pekerja asing dengan syarat kepemilikan izin kerja dan standar gaji minimum 600 ribu Euro.
Situasi sengketa hukum ini membuat klub mengambil tindakan pencegahan. Klub divisi dua, FC Emmen, mencoret pemain berpaspor Indonesia, Tim Geypens, dari daftar susunan pemain pertandingan.
Manajer FC Emmen Menno van Dam mengambil keputusan tersebut guna menghindari sanksi pengurangan poin selama status hukum sang pemain belum menemukan titik terang.
Direktur Teknik FC Emmen Nico Haak menyebut Geypens menjadi korban dari ketidaktahuan sistem dan klub atas aturan tersebut.
"Kita berhadapan dengan seorang talenta berusia 20 tahun yang melihat seluruh hidupnya hancur. Ini sepenuhnya bertentangan dengan keinginannya, pengetahuannya, dan bukan kesalahannya," kata Haak mengutip FlashScoreUSA.
Pemain Timnas Indonesia Nathan Tjoe A On beraksi dalam laga Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). Bulgaria menang 1-0 atas Indonesia.Menghadapi ancaman sanksi larangan bermain tersebut, Direktur Umum N.E.C. Wilco van Schaik mendesak KNVB mengambil langkah penerbitan keputusan pemutihan status secara menyeluruh.
Ia beralasan klub mendaftarkan pemain tanpa intensi memanipulasi regulasi, lantaran instansi pemerintah tidak pernah mengeluarkan surat teguran sebelumnya.
"Tidak ada satu pihak pun yang melakukan ini secara sadar dengan cara memanipulasi, kami semua tidak menyadarinya. Kini sebuah kotak pandora terbuka," ujar Van Schaik melalui FCUpdate.nl.
Ancaman durasi penyelidikan ini memberatkan klub lantaran kompetisi tengah memasuki fase penentuan.
Direktur Umum Go Ahead Eagles Jan Willem van Dop mengonfirmasi larangan dari KNVB membuat para pemain tidak dapat mewakili klub dalam pertandingan maupun sekadar mengikuti sesi latihan harian.
Van Dop mendesak otoritas segera memberikan kejelasan status hukum untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Ia menyoroti pengajuan prosedur percepatan penyelesaian sengketa yang memakan waktu cukup lama.
"Saya memahami prosedur percepatan sedang diajukan. Namun normalnya, prosedur percepatan sekalipun memakan waktu tiga bulan. Jadi kita harus berharap itu tidak menjadi situasi saat ini dan menanti keputusan keluar lebih cepat," tutur Van Dop.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang