MANADO, KOMPAS.com - Empat orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Anaya dilaporkan mengalami luka bakar dalam insiden terbakarnya kapal tersebut diperairan laut Maluku, Kamis (26/3/2026).
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa informasi awal diterima pada siang menjelang sore hari WITA dari Kapten kapal melalui pelapor Wandi Lumuhu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada siang hari, Kantor Basarnas Sulut langsung memberangkatkan tim rescue menuju titik intercept menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Baca juga: Kisah ABK Kapal Roro Banjarmasin–Surabaya, Rela Tak Mudik Demi Layani Pemudik
"Dilaporkan telah terjadi kebakaran di ruang mesin kapal yang mengakibatkan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) mengalami luka bakar saat berupaya memadamkan api," ujar Nuriadin dalam keterangan resminya diterima Kompas.com Kamis (26/3/2026).
Dalam insiden tersebut, sebanyak 4 orang ABK dilaporkan mengalami luka bakar, dengan satu korban dalam kondisi luka bakar berat dan membutuhkan evakuasi medis segera (medevac).
Saat ini, kapal bergerak menuju Pelabuhan Bitung dengan kecepatan sekitar 6–7 knot.
Baca juga: Sempat Terkendala Ombak Tinggi, 7 ABK Kapal Pelni yang Mati Mesin Dievakuasi
"Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 1°54'10.62" LU dan 126°23'49.98" BT, dengan jarak sekitar 87 nautical mile arah timur laut dari Kantor SAR Manado dan 78 nautical mile dari Unit Siaga SAR Bitung," tutur Nuriadin.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Manado, Polairud Bitung Unit Siaga SAR Bitung, Unit Siaga SAR Likupang, serta BPBD Bitung dengan total puluhan personel yang dilengkapi dengan peralatan komunikasi, medis, serta sarana pendukung lainnya.
"Hingga saat ini, 4 orang korban masih dalam penanganan (DP), sementara data identitas korban masih dalam proses pendataan," ucapnya.
Baca juga: Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang di Flores Timur, Nakhoda dan ABK Selamat
Basarnas mengimbau seluruh pihak terkait untuk terus berkoordinasi dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara berkala.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang