Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IEA Pertimbangkan Pelepasan Cadangan Minyak Tambahan, Krisis Energi Dinilai Sangat Parah

Kompas.com, 24 Maret 2026, 13:16 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) menyatakan kemungkinan pelepasan tambahan cadangan minyak darurat jika konflik di Timur Tengah terus mengganggu pasokan dan mendorong kenaikan harga energi global.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menilai dampak krisis energi saat ini jauh lebih besar dibandingkan gangguan pasokan sebelumnya, termasuk krisis minyak pada dekade 1970-an.

Berbicara di National Press Club di Canberra, Australia, Birol menegaskan, situasi pasar energi global berada dalam kondisi yang sangat serius akibat kerusakan infrastruktur energi di Timur Tengah.

Baca juga: Harga Minyak Turun Usai Trump Tunda Serangan ke Fasilitas Energi Iran

Ilustrasi produksi minyak, kilang minyak, harga minyak.SHUTTERSTOCK/DED PIXTO Ilustrasi produksi minyak, kilang minyak, harga minyak.

“Situasinya sangat parah,” kata Birol, dikutip dari ABC Australia, Selasa (24/3/2026).

Menurut dia, bahkan jika kesepakatan damai tercapai dalam waktu dekat, kerusakan yang terjadi pada fasilitas energi akan menyebabkan tekanan pasokan dan harga yang berkepanjangan.

Gangguan pasokan meluas

IEA mencatat setidaknya 40 aset energi di kawasan Timur Tengah telah rusak atau hancur akibat konflik yang sedang berlangsung.

Kerusakan ini berdampak langsung terhadap produksi, pengolahan, dan distribusi energi global.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Rontok, tapi Jalur Selat Hormuz Masih Rawan

Birol mengatakan dampak kehilangan pasokan energi saat ini melampaui krisis minyak pada 1973 dan 1979. Pada dua periode tersebut, dunia kehilangan sekitar 5 juta barrel per hari (bph).

Namun dalam kondisi sekarang, gangguan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 11 juta bph.

“Hingga hari ini, kita telah kehilangan 11 juta barrel per hari,” ujar Birol.

Angka tersebut mencerminkan tekanan besar terhadap pasar energi global, terutama karena wilayah Timur Tengah memainkan peran penting dalam rantai pasok minyak dan gas dunia.

Ilustrasi kapal tanker. SHUTTERSTOCK/SVEN HANSCHE Ilustrasi kapal tanker.

Baca juga: Wall Street Menguat Usai Sinyal Damai AS-Iran, Harga Minyak Justru Anjlok

Pelepasan cadangan darurat terbesar

Untuk meredam volatilitas harga minyak dan menjaga stabilitas pasokan, negara-negara anggota IEA sebelumnya telah sepakat melepas 400 juta barrel minyak dari cadangan darurat mereka.

Langkah tersebut menjadi pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah lembaga itu.

Menurut Birol, pengumuman pelepasan cadangan tersebut sempat menekan harga bahan bakar. Namun, efeknya tidak berlangsung lama karena ketidakpastian geopolitik dan gangguan pasokan masih terus berlanjut.

Ia menegaskan, pelepasan tambahan cadangan tetap menjadi opsi jika situasi memburuk atau harga energi kembali melonjak.

Baca juga: Trump Sebut AS-Iran Berunding Akhiri Perang, Harga Minyak Dunia Langsung Jatuh 11 Persen

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau