Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebelum Mudik, Cek Aki Mobil agar Tidak Bermasalah di Jalan

Kompas.com, 10 Maret 2026, 10:12 WIB
Selma Aulia,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Arus mudik Lebaran biasanya diikuti dengan perjalanan jarak jauh yang menuntut kondisi kendaraan tetap prima.

Salah satu komponen yang sering luput dari perhatian adalah aki mobil, padahal perannya sangat penting untuk menghidupkan mesin dan menyuplai listrik ke berbagai sistem kendaraan.

Aki yang sudah melemah berpotensi menimbulkan masalah saat perjalanan, mulai dari mobil sulit distarter hingga mogok mendadak di jalan.

Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor Solo, mengatakan ada beberapa syarat untuk mendefinisikan apakah aki mobil masih layak pakai atau tidak.

Baca juga: Peran ADAS di Mobil Modern untuk Membantu Perjalanan Mudik

Ilustrasi pemasangan aki mobilKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi pemasangan aki mobil

“Selain melihat fisik dan air aki, umumnya pihak bengkel menggunakan accu tester untuk memperoleh data yang akurat mengenai kondisi dan ketahanannya,” ucap Iwan kepada Kompas.com, belum lama ini.

Melalui alat tersebut, akan terbaca beberapa parameter tentang kesehatan aki, seperti usia pakainya yang masih berapa persen, tegangan standby-nya, tegangan saat start, dan seterusnya.

“Alat tersebut akan mendeteksi kondisi aki saat ini, lalu dihubungkan dengan parameter standarnya untuk kondisi-kondisi tertentu,” ucap Iwan.

Baca juga: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diprediksi Lebih Merata

Selain mengetahui kondisi aki saat ini, menurut Iwan, alat tersebut juga dapat menjadi patokan bagi pihak bengkel untuk merekomendasikan apakah aki perlu diganti atau belum.

“Kami merekomendasikan setiap aki dengan hasil pengukuran usia pakai yang tersisa tinggal 40 persen untuk segera diganti, meski saat itu masih kuat untuk starter,” ucap Iwan.

Iwan mengatakan, berdasarkan pengalamannya, aki sudah tak mampu dipakai untuk starter ketika sudah menyentuh angka usia pakai 25 persen.

“Kami menyarankan penggantian sebelum itu terjadi, untuk menghindari komplain dari pelanggan dan mencegah terjadinya kendala di jalan secara tiba-tiba,” ucap Iwan.

Ketika mobil harus mengalami mogok di jalan karena aki soak, maka dampak atau kerugiannya bisa lebih besar, termasuk harus menyewa layanan towing dan sebagainya.

“Jangan sampai muncul komplain, sebelum ke bengkel sehat, tapi setelah pulang dari bengkel akinya malah soak dan seterusnya. Maka dari itu, SOP kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” ucap Iwan.

Dengan memastikan kondisi aki tetap prima sebelum mudik, perjalanan jauh bisa lebih aman, lancar, dan terhindar dari risiko mobil mogok di jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau