Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghemat Konsumsi BBM Mobil Harian

Kompas.com, 27 Maret 2026, 10:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) ramai menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini dampak dari meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Bahkan, muncul keresahan masyarakat bahwa dalam waktu dekat akan terjadi kenaikan harga BBM. Maka dari itu, masyarakat harus berhemat.

Menghemat konsumsi BBM pada mobil harian dapat dilakukan dengan memahami prinsip dasar efisiensi berkendara.

Baca juga: Dunia Mulai Irit Parah Imbas Krisis Energi, Ada Negara Batasi Beli BBM 15 Liter


Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan secara umum, penghematan BBM dipengaruhi oleh gaya mengemudi, kondisi kendaraan, beban, dan rute perjalanan.

“Gaya mengemudi menjadi faktor paling dominan dalam menentukan boros atau tidaknya bahan bakar, selanjutnya adalah performa kendaraan, maka dari itu penting perawatan berkala,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (26/3/2026).

Mengemudi secara halus, seperti menghindari akselerasi dan pengereman mendadak, sangat membantu efisiensi. Menjaga kecepatan tetap stabil, terutama pada kisaran optimal, juga dapat menekan konsumsi BBM.

Baca juga: 608 SPBU di Australia Kehabisan BBM akibat Perang Iran, Krisis Terburuk Sejak 1970

Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga.AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga.

Selain itu, penggunaan gigi yang tepat sesuai putaran mesin dan laju kendaraan dapat membuat pembakaran lebih efisien. Sehingga, setiap energi yang terpakai dapat terkonversi menjadi jarak tempuh secara proporsional.

Kondisi kendaraan yang prima juga berperan penting dalam menjaga konsumsi bahan bakar tetap hemat.

“Perawatan rutin seperti mengganti oli, membersihkan filter udara, serta memeriksa busi wajib dilakukan agar pembakaran sempurna dan performa optimal,” ucap Imun.

Baca juga: Pemda DIY Belum Terapkan WFA, Sultan Masih Tunggu Data Efisiensi BBM

Pertamax Green, bensin dengan campuran etanol 5 persenDOKUMENTASI PERTAMINA Pertamax Green, bensin dengan campuran etanol 5 persen

Tekanan ban harus selalu sesuai standar karena ban kempis meningkatkan hambatan laju kendaraan. Begitu juga dengan beban muatan kendaraan yang berlebihan dapat membuat mesin bekerja lebih berat dan konsumsi BBM meningkat.

“Ini sering terlupakan bahwa ketika hambatan kecil, mobil sudah pasti lebih ringan untuk melaku sehingga BBM yang dibutuhkan lebih sedikit,” ucap Imun.

Pemilihan rute perjalanan yang lancar dan minim kemacetan membantu mengurangi pemborosan bahan bakar.

Dengan menerapkan semua faktor tersebut secara konsisten, penggunaan BBM harian bisa menjadi lebih efisien.

Baca juga: Subsidi Dikurangi, Thailand Naikkan Harga BBM Mulai Hari Ini

Antrean panjang terlihat di sekitar SPBU di Sri Lanka saat para pengendara berebut bahan bakar.Dok. BBC/Getty Images Antrean panjang terlihat di sekitar SPBU di Sri Lanka saat para pengendara berebut bahan bakar.

Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Honda-Nissan Aha Motor Yogyakarta mengatakan mobil menjadi irit BBM setelah melakukan servis bisa saja terjadi, karena pembakaran terjadi lebih sempurna.

“Dengan pembakaran sempurna setelah mobil diservis akan mengembalikan efisiensi mesin, emisi menjadi rendah dan tenaga yang dihasilkan optimal,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau