Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arus Balik Lebaran: Lalu Lintas Tol Cipali Padat Capai 2.800 Kendaraan per Jam

Kompas.com, 27 Maret 2026, 20:12 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Arus balik Lebaran 2026 mulai memberikan tekanan signifikan di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali). Lonjakan volume kendaraan yang mengarah ke Jakarta tercatat mencapai sekitar 2.800 unit per jam, memicu kepadatan di sejumlah titik.

Kondisi tersebut semakin kompleks karena tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan, tetapi juga faktor di lapangan, seperti kendaraan yang berhenti di bahu jalan dan antrean menuju rest area.

Baca juga: CVT atau AT Konvensional, Mana Transmisi Matik yang Sesuai Kebutuhan?

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan peningkatan jumlah kendaraan menjadi salah satu faktor utama yang memperparah perlambatan arus lalu lintas.

“Selain lonjakan volume kendaraan menuju Jakarta yang mencapai sekitar 2.800 kendaraan per jam, kepadatan juga dipicu oleh antrean kendaraan yang hendak masuk ke rest area,” ujar Ardam kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026).

Sejumlah kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta terjebak kepadatan dan mengantre panjang di KM 188 bekas gerbang Palimanan tol Cipali Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Jumat (27/3/2026) siang.Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Sejumlah kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta terjebak kepadatan dan mengantre panjang di KM 188 bekas gerbang Palimanan tol Cipali Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Jumat (27/3/2026) siang.

Ia menjelaskan, kepadatan terpantau terjadi di beberapa titik, terutama di KM 188, KM 175, dan KM 164 arah Jakarta. Di lokasi tersebut, arus lalu lintas melambat akibat tingginya aktivitas kendaraan yang keluar-masuk rest area.

Tak hanya itu, sejumlah kendaraan yang mengalami kendala teknis setelah menempuh perjalanan jauh dari arah Timur juga turut memperburuk situasi. Banyak pengemudi yang memilih berhenti di bahu jalan, sehingga mengganggu kelancaran arus di lajur utama.

Di sisi lain, faktor kelelahan fisik pemudik juga berperan dalam meningkatnya intensitas kendaraan yang berhenti mendadak, baik di bahu jalan maupun menjelang rest area.

Sebagai upaya mengurai kepadatan, pihak Kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contra flow (CF) di KM 169 hingga KM 162 arah Jakarta sejak pukul 17.30 WIB.

Selain itu, Astra Tol Cipali juga memberlakukan sistem buka-tutup secara situasional di seluruh rest area, termasuk di KM 164 dan KM 130. Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean kendaraan meluber hingga ke jalur utama tol.

Pengelola tol juga menambah tujuh armada derek selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 guna mempercepat penanganan kendaraan yang mengalami gangguan di jalan.

Di lapangan, petugas bersama Kepolisian turut melakukan penyisiran serta memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan agar tidak berhenti di bahu jalan.

Sebagai alternatif, pengguna jalan disarankan untuk beristirahat di luar gerbang tol terdekat. Pengelola memastikan bahwa akumulasi tarif tol tetap sama, sehingga pengguna tidak dirugikan.

Baca juga: Awas Macet, Arus Balik Jawa–Bali Diprediksi Memuncak 28–29 Maret

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus balik berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau