PADANG, KOMPAS.com — Mudik Lebaran 2026 bukan sekadar romansa pulang kampung bagi para perantau.
Di balik keriuhan itu, ada peran vital para pengemudi yang mempertaruhkan kewaspadaan di atas aspal.
Baik sopir kendaraan pribadi maupun angkutan umum, mereka adalah pemegang kunci keselamatan bagi ribuan nyawa yang rindu halaman rumah.
Kepiawaian mereka memilah antara rasa kantuk dan fokus menjadi penentu. Salah satunya adalah Faisal (53), sopir travel lintas Sumatra Barat-Riau.
Baca juga: Efek Mudik Mahasiswa, Volumer Sampah di Malang Justru Turun
Ia harus terus menekan pedal gas selama sedikitnya enam jam demi mengantarkan pemudik merayakan kemenangan.
Meski keletihan menyergap dan kelopak mata mulai terasa berat, pria asal Padang Pariaman ini enggan menepi.
Bagi Faisal, setiap menit di jalanan lintas Sumatra saat ini adalah emas. Momentum menjelang Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan. Melainkan waktu krusial untuk mengais rezeki yang kian sulit didapat pada hari biasa.
"Kalau hari biasa, penumpang dari Pariaman ke Pekanbaru pulang-pergi paling cuma enam orang. Itu hanya cukup untuk menyambung hidup," ujar Faisal kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026, Kendaraan di Tol Gempol-Pasuruan Tembus 262.000
Berbeda dengan hari kerja, masa libur sekolah dan mudik Lebaran adalah lumbung cuan.
Kapasitas mobil yang biasanya melompong, kini selalu terisi penuh. Namun, limpahan rezeki ini harus ditebus dengan stamina ekstra yang menguras fisik.
Menjadi sopir travel selama 14 tahun telah mengajarkan Faisal tentang pahit manisnya jalur penghubung Sumatra Barat dan Riau.
Tantangan terberat saat mudik bukan hanya kemacetan, melainkan mobilitas penumpang yang bersifat searah.
Strategi jemput bola terpaksa dilakukan. Begitu menurunkan penumpang di alamat tujuan di Pariaman, Faisal tidak lantas bersantai atau memejamkan mata di rumah.
Ia segera memutar kemudi, kembali menempuh jarak lebih dari 300 kilometer menuju Pekanbaru tanpa muatan (kosong).
"Sebelum takbiran, penumpang itu penuhnya hanya dari arah Pekanbaru. Kalau berangkat dari Pariaman, mobil kosong," ungkapnya.