Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kendaraan Logistik Mengular di Jalan Lintas Timur Lampung, Dirut ASDP Angkat Bicara

Kompas.com, 26 Maret 2026, 20:52 WIB
Rasyid Ridho,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BAKAUHENI, KOMPAS.com – Sebuah video antrean panjang kendaraan logistik terjadi di Jalan Lintas Timur Lampung menuju pelabuhan penyeberangan PT Wika Beton, Lampung, viral di media sosial.

Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memberikan klarifikasi terkait peran dan langkah yang diambil pihak operasional pelabuhan.

Heru menegaskan, penanganan kepadatan di jalur darat menuju pelabuhan sebenarnya berada di bawah koordinasi regulator dan pihak terkait.

Baca juga: Video Viral Warga Blokir Perlintasan Kereta Api di Bandar Lampung, Ada Apa?

Namun, ASDP menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu diminta untuk menambah armada bantuan.

"Nah, ini sebetulnya bukan kewenangan ASDP ya. Tapi begini, kalau kami mendapatkan perintah untuk menyiapkan armada yang kemudian kompatibel untuk di sana, pasti kami siapkan," ujar Heru saat ditemui di Bakauheni.

Hingga saat ini, Heru mengaku pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengenai langkah teknis penanganan di lapangan.

Menurutnya, skema penugasan kapal tambahan bukan hal baru.

Ia mencontohkan, penanganan di Pelabuhan PT SMA beberapa waktu lalu, di mana ASDP mengerahkan kapal Portlink 5 untuk mengurai kepadatan.

"Sejauh ini kami belum mendapatkan informasi dari pihak KSOP sejauh mana penanganannya. Kalau memang mereka nanti menugaskan kami untuk menempatkan kapal, kami siap. Contoh di SMA kemarin, kita kirimkan Portlink 5 untuk mengangkut yang di sana," tambahnya.

Baca juga: Cerita Rahmat, Mudik Lintasi Jakarta–Brebes–Lampung dengan Motor demi Cinta dan Burung Kesayangan

Dievaluasi Regulator

Sementara itu, terkait adanya laporan gesekan antara petugas dan pengemudi truk di pelabuhan PT SMA, Heru memastikan bahwa proses evaluasi akan dilakukan oleh pihak regulator.

Ia menggarisbawahi bahwa ASDP berfokus pada penyediaan armada kapal, sementara pengaturan lalu lintas di area darat melibatkan instansi lain.

"Tentunya pasti akan dievaluasi oleh regulator. Kami ini kan yang menyediakan armadanya. Pengaturan antrean di darat itu diatur khusus oleh pihak lain," jelasnya.

Heru mengimbau masyarakat dan pengemudi logistik untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari kericuhan.

"Kami berharap kepada seluruh masyarakat, baik pengendara maupun pejalan kaki, tetap ikuti imbauan petugas. Kadang-kadang ingin cepat menyeberang lalu saling serobot, nah ini mengganggu yang lainnya. Supaya perjalanan nyaman dan aman sampai tujuan," tutur Heru.

Kondisi antrean di Lintas Timur Lampung sendiri terus dipantau guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar menjelang periode puncak arus kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Regional
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
Regional
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Regional
Sertu Ichwan asal Magelang Gugur di Lebanon, Megawati hingga Menteri Kirim Karangan Bunga
Sertu Ichwan asal Magelang Gugur di Lebanon, Megawati hingga Menteri Kirim Karangan Bunga
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kendaraan Logistik Mengular di Jalan Lintas Timur Lampung, Dirut ASDP Angkat Bicara
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat