BAKAUHENI, KOMPAS.com – Sebuah video antrean panjang kendaraan logistik terjadi di Jalan Lintas Timur Lampung menuju pelabuhan penyeberangan PT Wika Beton, Lampung, viral di media sosial.
Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memberikan klarifikasi terkait peran dan langkah yang diambil pihak operasional pelabuhan.
Heru menegaskan, penanganan kepadatan di jalur darat menuju pelabuhan sebenarnya berada di bawah koordinasi regulator dan pihak terkait.
Baca juga: Video Viral Warga Blokir Perlintasan Kereta Api di Bandar Lampung, Ada Apa?
Namun, ASDP menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu diminta untuk menambah armada bantuan.
"Nah, ini sebetulnya bukan kewenangan ASDP ya. Tapi begini, kalau kami mendapatkan perintah untuk menyiapkan armada yang kemudian kompatibel untuk di sana, pasti kami siapkan," ujar Heru saat ditemui di Bakauheni.
Hingga saat ini, Heru mengaku pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengenai langkah teknis penanganan di lapangan.
Menurutnya, skema penugasan kapal tambahan bukan hal baru.
Ia mencontohkan, penanganan di Pelabuhan PT SMA beberapa waktu lalu, di mana ASDP mengerahkan kapal Portlink 5 untuk mengurai kepadatan.
"Sejauh ini kami belum mendapatkan informasi dari pihak KSOP sejauh mana penanganannya. Kalau memang mereka nanti menugaskan kami untuk menempatkan kapal, kami siap. Contoh di SMA kemarin, kita kirimkan Portlink 5 untuk mengangkut yang di sana," tambahnya.
Baca juga: Cerita Rahmat, Mudik Lintasi Jakarta–Brebes–Lampung dengan Motor demi Cinta dan Burung Kesayangan
Sementara itu, terkait adanya laporan gesekan antara petugas dan pengemudi truk di pelabuhan PT SMA, Heru memastikan bahwa proses evaluasi akan dilakukan oleh pihak regulator.
Ia menggarisbawahi bahwa ASDP berfokus pada penyediaan armada kapal, sementara pengaturan lalu lintas di area darat melibatkan instansi lain.
"Tentunya pasti akan dievaluasi oleh regulator. Kami ini kan yang menyediakan armadanya. Pengaturan antrean di darat itu diatur khusus oleh pihak lain," jelasnya.
Heru mengimbau masyarakat dan pengemudi logistik untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari kericuhan.
"Kami berharap kepada seluruh masyarakat, baik pengendara maupun pejalan kaki, tetap ikuti imbauan petugas. Kadang-kadang ingin cepat menyeberang lalu saling serobot, nah ini mengganggu yang lainnya. Supaya perjalanan nyaman dan aman sampai tujuan," tutur Heru.
Kondisi antrean di Lintas Timur Lampung sendiri terus dipantau guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar menjelang periode puncak arus kendaraan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang