Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wings Air Setop Rute Tanjung Redeb-Maratua per Maret 2026, Ini Alasannya

Kompas.com, 31 Maret 2026, 11:34 WIB
Erik Alfian,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Maskapai Wings Air resmi menghentikan operasional penerbangan rute Tanjung Redeb menuju destinasi wisata Pulau Maratua, Kabupaten Berau, per Maret 2026.

Keputusan ini diambil menyusul rendahnya tingkat keterisian penumpang (load factor) pada rute tersebut.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengungkapkan, minimnya jumlah penumpang menjadi kendala utama bagi maskapai untuk mempertahankan layanan.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, tingkat keterisian penumpangnya sangat minim. Bahkan, pernah dalam satu penerbangan hanya terisi 9 orang penumpang saja," ujar Ferdinan di Balikpapan, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Pasok Tembakau Sintetis dari Bogor, Dua Pemuda di Balikpapan Diciduk

Ferdinan menjelaskan, pesawat jenis ATR 72 yang dioperasikan Wings Air memiliki kapasitas hingga 72 kursi.

Secara bisnis penerbangan, sebuah rute idealnya harus mencapai okupansi 60 hingga 70 persen untuk menjaga keberlangsungan operasional.

Jika keterisian di bawah angka tersebut, terlebih hanya 9 orang, hal itu dinilai sangat merugikan pihak maskapai.

Sinergi Pelaku Wisata Diperlukan

Penghentian rute ini sangat disayangkan mengingat jalur udara Tanjung Redeb-Maratua merupakan akses krusial bagi destinasi wisata bahari andalan Kalimantan Timur.

Padahal, rute ini baru saja diresmikan pada 16 Januari 2026 dengan harapan mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan secara signifikan.

Ferdinan menekankan pentingnya kolaborasi antar-sektor untuk menghidupkan kembali minat penerbangan ke wilayah kepulauan tersebut. Dukungan dari masyarakat dan pelaku usaha menjadi kunci utama.

"Kami sangat memerlukan dukungan dari masyarakat dan pelaku usaha, seperti ASITA maupun PHRI. Tanpa kolaborasi lintas sektor, tantangan ini akan sulit diatasi," jelas Ferdinan.

Sebelumnya, rute komersial yang menghubungkan Bandara Kalimarau (Tanjung Redeb) dengan Bandara Maratua ini diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Langkah strategis tersebut diambil untuk memangkas waktu tempuh menuju Maratua secara drastis.

Jika menggunakan jalur laut dengan speedboat, wisatawan membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Sementara dengan pesawat, durasi perjalanan menyusut menjadi hanya 45 menit. Saat peresmian, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pembukaan akses udara ini adalah kunci untuk membuka potensi ekonomi biru di Kabupaten Berau. Namun, realita pasar di lapangan rupanya belum mampu menyokong keberlanjutan rute komersial tersebut dalam jangka pendek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Regional
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
Regional
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Regional
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Wings Air Setop Rute Tanjung Redeb-Maratua per Maret 2026, Ini Alasannya
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat