Penulis
KOMPAS.com - Laptop selama ini masih menjadi "senjata utama" saya untuk bekerja. Mulai dari menulis artikel, membuka banyak tab browser, mengolah dokumen, hingga sesekali mengedit video ringan.
Namun, ketika mencoba Infinix Xpad Edge, saya mulai bertanya-tanya, "bisakah tablet ini menggantikan laptop?"
Pertanyaan itu muncul karena tablet ini terlihat menjanjikan. Dengan layar besar, keyboard bawaan dalam paket pembelian, serta berbagai fitur produktivitas, perangkat ini tampak seperti dirancang untuk menjadi alternatif laptop yang lebih ringan.
Untuk menjawabnya, saya mencoba menggunakan Infinix Xpad Edge selama sekitar dua minggu sebagai perangkat utama untuk bekerja.
Laptop sengaja saya singkirkan sementara, dan semua pekerjaan harian saya lakukan lewat tablet ini. Hasilnya, saya mendapat pengalaman yang menarik. Berikut ini ulasannya.
Kesan pertama saat memegang Infinix Xpad Edge adalah desainnya yang cukup menarik. Tablet ini terlihat minimalis dengan bodi yang terasa solid dan cukup premium.
Baca juga: Tablet Tipis Infinix Xpad Edge Rilis di Indonesia, Ini Harganya
Bodi yang tipis membuat perangkat ini mudah dibawa. Bobotnya juga masih terasa nyaman jika dibawa bekerja di kafe atau ruang kerja bersama. Dibandingkan membawa laptop, tablet ini jelas lebih praktis.
Kesan pertama saat memegang Infinix Xpad Edge adalah desainnya yang cukup menarik. Tablet ini terlihat minimalis dengan bodi yang terasa solid dan cukup premium. Bodi yang tipis membuat perangkat ini mudah dibawa. Bobotnya juga masih terasa nyaman jika dibawa bekerja di kafe atau ruang kerja bersama. Dibandingkan membawa laptop, tablet ini jelas lebih praktis.Layar berukuran 13,2 inci menjadi salah satu daya tarik utama. Ukurannya cukup besar untuk bekerja, menonton video, atau membuka dokumen.
Yang menarik, layarnya juga dirancang agar nyaman di mata. Ada sertifikasi yang membuat layar lebih ramah bagi mata, ditambah fitur night light yang membantu mengurangi cahaya biru.
Selama dua minggu penggunaan, saya cukup sering bekerja dalam waktu lama di depan tablet ini. Untungnya, mata tidak cepat terasa lelah.
Hal lain yang langsung terasa menguntungkan adalah paket pembeliannya. Tablet ini sudah disertai keyboard dan pena digital dalam kotak penjualan.
Ini nilai tambah yang cukup besar. Banyak tablet lain yang biasanya menjual keyboard secara terpisah dan harganya bisa cukup mahal.
Keyboard tersebut juga dilengkapi touchpad, yang membuat pengalaman penggunaan terasa lebih mirip laptop.
Saat membuka dokumen atau berpindah antar aplikasi, saya tidak selalu harus menyentuh layar. Cukup menggunakan touchpad untuk navigasi.
Keberadaan touchpad ini juga sangat membantu, terutama ketika sedang menulis artikel panjang atau mengedit dokumen.
Selama dua minggu mengetik dengan keyboard ini, pengalaman yang saya rasakan cukup positif.
Meski berbahan plastik, keyboard Infinix Xpad Edge terasa cukup kokoh dan tidak ringkih. Tombolnya juga terasa nyaman ditekan.
Meski berbahan plastik, keyboard Infinix Xpad Edge terasa cukup kokoh dan tidak ringkih. Tombolnya juga terasa nyaman ditekan. Mengetik artikel panjang atau dokumen terasa cukup enak, bahkan setelah beberapa jam penggunaan. Namun, ada satu catatan pada touchpad. Kadang-kadang touchpad terasa kurang presisi. Mengetik artikel panjang atau dokumen terasa cukup enak, bahkan setelah beberapa jam penggunaan.
Namun, ada satu catatan pada touchpad. Kadang-kadang touchpad terasa kurang presisi. Pointer bisa meleset dari posisi yang diinginkan. Hal ini lebih sering terjadi ketika jari atau tangan sedang berkeringat.
Masalah ini memang tidak terlalu besar, tetapi cukup terasa ketika sedang bekerja cepat.
Baca juga: HP Infinix Note 60 Ultra Pininfarina Resmi, Bodi Digarap Desainer Ferrari