Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Tol Trans Jawa: UMKM Telur Asin Brebes Tersendat

Kompas.com, 23 Maret 2026, 17:23 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Perubahan pola perjalanan pemudik sejak beroperasinya jalan tol Trans Jawa membawa dampak besar bagi pelaku usaha telur asin di Brebes, Jawa Tengah.

Arus kendaraan yang kini lebih banyak berpindah ke jalur tol membuat jalur Pantura semakin sepi, sehingga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat setempat, khususnya pedagang telur asin yang selama ini mengandalkan kunjungan pemudik.

Pembeli telur asin khas Brebes menurun

Salah satu pedagang telur asin, Nanda, yang telah berjualan selama sekitar 30 tahun, menceritakan bahwa pusat oleh-oleh di kawasan Pantura kini jauh lebih lengang dibandingkan sebelum adanya tol.

“Dulu dari ujung sampai ujung jualan telur asin semua. Sekarang tinggal empat kios yang bertahan,” ujarnya pada Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Cerita Pemudik Rela Keluar Tol Brebes Barat demi Berburu Telur Asin Pantura

Pada masa sebelum tol Trans Jawa beroperasi, kawasan tersebut kerap menjadi titik kemacetan panjang karena tingginya volume pemudik yang melintas.

Kondisi itu justru membawa berkah bagi pedagang, sebab arus kendaraan yang tersendat membuat banyak orang singgah untuk membeli oleh-oleh.

“Dulu habis Lebaran macet total, siang malam ramai. Sekarang mah tengah jalan bisa tidur, saking sepinya,” kata Nanda.

Baca juga: Perbedaan Bawang Goreng Brebes dan Sumenep, Ini Penjelasan Penjual

Penurunan jumlah pengunjung berdampak langsung pada omzet. Jika sebelumnya ia mampu menjual 2.000–3.000 butir telur asin per hari, kini penjualan hanya sekitar 100 butir. Banyak pedagang yang menyewa kios pun akhirnya gulung tikar karena tidak kembali modal.

Penelitian dari Universitas Diponegoro pada 2019 juga menunjukkan tren serupa, bahwa rata-rata volume penjualan telur asin di Brebes menurun dari sekitar 9.000 butir menjadi 3.000 butir per hari setelah tol Trans Jawa beroperasi.

Pelaku usaha besar justru tumbuh berkat adaptasi

Berbeda dengan pedagang kecil, usaha berskala lebih besar mampu melakukan penyesuaian dan justru mencatatkan peningkatan penjualan. Salah satunya adalah Toko Telor Asin Bakar Yes.

Pemiliknya, Dhani Bagus Purnama, mengungkapkan bahwa toko mereka justru mengalami lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

“Kalau hari biasa sekitar 5.000 butir per hari. Menjelang Lebaran bisa 10.000 sampai 15.000 butir,” ujarnya.

Telur asin Brebes yang masir.warisanbudaya.kemdikbud.go.id Telur asin Brebes yang masir.

Dhani menjelaskan bahwa adaptasi menjadi kunci. Selain menjual telur asin rebus dan bakar, pihaknya juga menghadirkan berbagai produk olahan seperti saus telur asin dan makanan siap konsumsi untuk menarik minat pembeli yang mencari variasi oleh-oleh.

Persiapan mereka dilakukan jauh hari, mulai dari pemilihan bahan baku, peningkatan kualitas produksi, hingga kesiapan tenaga kerja agar tetap dapat memenuhi permintaan tinggi saat puncak arus mudik dan balik.

Untuk menjangkau pemudik yang kini tidak lagi melintasi Pantura, mereka juga membuka cabang di rest area jalan tol dan memperkuat pemasaran secara daring. “Selain di sini, kami juga buka di rest area dan online, jadi tetap bisa menjangkau pembeli,” katanya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau