Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Okupansi Hotel di Yogya Selama Libur Lebaran Cenderung Turun

Kompas.com, 24 Maret 2026, 16:31 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Periode libur Lebaran 2026 okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun jika dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan bahwa okupansi hotel pada tahun ini belum bisa lebih baik daripada tahu lalu bahkan cenderung turun.

“Cenderung turun, periode tanggal 16 Maret sampai dengan 22 Maret rata-rata 40 persen sampai dengan 65 persen. Sementara tahun lalu bisa 60 sampai dengan 75 persen,” ujar Deddy saat dihubungi, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Menkeu Purbaya Sambangi Teras Malioboro dan Pasar Beringharjo, Belanja Batik Rp 10 Juta

Deddy menambahkan tanggal tertinggi okupansi hotel di DIY pada libur Lebaran tahun ini adalah pada tanggal 20, 21, dan 22 Maret sejumlah 75 persen.

Yogyakarta tetap ramai wisatawan

Di sisi lain, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraini menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Malioboro pada periode libur Lebaran 2026 dari 18 Maret hingga 22 Maret 2026 total sebanyak 137.722 kunjungan wisata.

Ia merinci jumlah kunjungan wisatawan ke Malioboro pada tanggal 18 Maret 2026 sebanyak 13.951, lalu pada 19 Maret sebanyak 9.364, 20 Maret 33.529, 21 Maret 23.903, dan 22 Maret sebanyak 56.975.

“Ini (data kunjungan) hanya dihitung di 5 titik masuk Malioboro yakni Titik Nol Timur, Titik Nol Barat, Suryatmajan, BPD Utara, Depan D'Jogja hotel. Penghitungan mulai pukul 08.00 hingga pukul 24.00,” ujar dia.

Baca juga: Kampung di Yogyakarta Ini Bebas dari Suara Kendaraan Bermotor, Penuh Ketenangan

Sebelumnya, H+3 Lebaran KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat jumlah total penumpang kereta api jarak jauh yang datang atau turun dan berangkat di Daop 6 Yogyakarta selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 71.800 penumpang.

Dari hasil data sementara per Selasa (24/3) pkl 09.00 WIB, volume kedatangan di Daop 6 masih tergolong tinggi tercatat sebanyak 36.068 penumpang.

Sementara di volume keberangkatan tercatat sebanyak 35.732 penumpang naik KA dari wilayah Daop 6. Angka ini masih dinamis seiring penjualan tiket yang terus berlangsung hingga tengah malam nanti.

Baca juga: Jutaan Turis Diprediksi Liburan ke Yogyakarta, Apa Penyebabnya?

“Hari ini, atau H+3 Lebaran, KAI Daop 6 mencatat jumlah yang masih tinggi pada angka kedatangan di Daop 6 karena masih yakni mencapai 36.000 penumpang. Sementara arus balik juga sudah terlihat dengan angka keberangkatan yang sudah tembus 35.000 penumpang," ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih saat dihubungi, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan prediksi arus balik Lebaran 2026 terjadi pada hari ini, namun dengan melihat data saat ini puncak arus balik ini berpotensi terjadi pergeseran.

“Prediksi sementara puncak arus balik akan terjadi pada hari ini, namun masih berpotensi bergeser seiring dengan adanya imbauan pemerintah agar masyarakat memecah arus balik ke tanggal 25-26 Maret serta masih adanya kebijakan WFA hingga 29 Maret 2026,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau