YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut penurunan wisatawan selama libur lebaran 2026 ada beberapa faktor salah satunya munculnya destinasi baru di Kabupaten Gunungkidul.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi mengakui adanya penurunan wisatawan selama libur lebaran 2026 dibandingkan lebaran 2025.
Adapun rinciannya, tanggal 18 Maret 2026 sebanyak 1.628 orang, 19 Maret 2026 sebanyak 2.810 orang, 20 Maret 2026 sebanyak 4.392, 21 Maret 2026 sebanyak 9.009 orang, 22 Maret 2026 sebanyak 18.976 orang, 23 Maret 2026 sebanyak 23.442 dan 24 Maret 20.076 orang.
"Jika dibandingkan saat libur lebaran tahun lalu turun sekitar 30 persen," kata Markus saat dihubungi wartawan melalui telepon Minggu (29/3/2026).
Dia mengatakan, dugaan penurunan ini karena adanya beberapa faktor diantaranya libur pendek, serta penurunan daya beli masyarakat.
"Munculnya destinasi baru khususnya di Gunungkidul juga berpengaruh," kata Markus.
Sementara, Pengurus Desa Wisata Pantai Gua Cemara, Timan mengatakan penurunan terjadi dibandingkan tahun lalu. Hal ini terlihat dari sepinya kantong parkir.
"Dari kantong-kantong parkir yang tidak ramai kendaraan, bisa dibilang kalau libur lebaran tahun ini tidak seramai libur lebaran tahun lalu," kata Timan.
Untuk penyebabnya dia menduga tingginya harga tiket Rp15.000 memberatkan wisatawan. Apalagi ke Pantai sebagian hanya untuk menikmati olahan laut.
Baca juga: Pantai di Bantul Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026, Tiket Masuk Dianggap Mahal
"Ada juga kan wisatawan yang datang ke Bantul hanya untuk makan seafood dan kalau harus bayar Rp 15 ribu per orang kan jadi berpikir dua kali juga," ucapnya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang