Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Talenan Kayu Lebih Baik Ketimbang Talenan Plastik, Ini Penjelasannya

Kompas.com, 7 Februari 2021, 18:30 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Talenan adalah salah satu benda yang penting kehadirannya di dapur, yakni untuk memotong daging, sayuran, buah, dan bahan makanan lainnya.

Talenan kayu sudah dikenal luas oleh warga di dunia sejak lama sebagai peralatan memasak. Akan tetapi, beberapa dekade lalu, hadir talenan kayu sebagai bagian dari meluasnya penggunaan bahan plastik.

Dilansir dari Nest and Glow, Minggu (7/2/2021), ada pandangan bahwa karena talenan plastik mudah dibersihkan dan terlihat lebih bersih lebih lama, maka talenan plastik lebih baik.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Talenan dan Cara Membersihkannya

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa talenan plastik tidak sehat dan talenan kayu adalah pilihan yang jauh lebih baik. Mengapa demikian? Ini penjelasannya.

Kenapa talenan kayu lebih baik dari talenan plastik?

Meskipun talenan plastik terlihat lebih bersih dan lebih mudah dibersihkan, bekas goresan atau potongan kecil dari penggunaan sehari-hari merupakan tempat berkembang biaknya bakteri.

Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat jika tidak dibersihkan dengan benar dan meninggalkan racun berbahaya. Bekas goresan kecil di plastik membuatnya hampir tidak mungkin untuk dibersihkan dengan benar yang berarti mereka akan menahan bakteri.

Talenan plastik yang berumur beberapa bulan saja bisa memiliki ribuan bekas goresan.

Baca juga: Manfaat Minyak Zaitun di Rumah, Bersihkan Talenan hingga Engsel Pintu

Adapun pada talenan kayu, setiap kelembaban ditarik ke bagian tengah talenan di mana bakteri mati dan tidak dapat berkembang biak. Dalam pengujian di mana makanan dipotong di talenan kemudian tidak dicuci, talenan kayu itu bebas bakteri keesokan harinya dan bakteri berkembang biak di talenan plastik.

Kayu memang memiliki sifat antibakteri alami hanya melalui aksi kapilernya yang menghilangkan kelembaban dari permukaan.

Kayu maple dan beech sering dianggap sebagai bahan talenan kayu terbaik karena memiliki umur yang panjang, tidak akan mudah tergores, dan memiliki sifat penyembuhan sendiri. Beberapa kayu ini dapat sembuh sendiri, yang berarti bahwa kerusakan seperti goresan sebagian akan diperbaiki secara otomatis.

Pilih talenan kayu yang sesuai dengan gaya hidup dan anggaran Anda. Bambu adalah pilihan yang baik karena sangat ramah lingkungan, namun ingatlah untuk memilih yang menggunakan lem tanpa formaldehida.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau