Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, Diperbarui 07/03/2022, 13:53 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sama seperti manusia dan hewan peliharaan lainnya, ikan cupang juga bisa mengalami stres. Tanda ikan cupang stres pun sangat beragam dan beberapa di antaranya bisa sangat samar dan tampak alami.

Oleh sebab itu, Anda harus mengenali ikan cupang yang Anda pelihara dan perilakunya. Dengan demikian, Anda bisa menyadari apabila ikan cupang mengalami stres karena suatu hal.

Dilansir dari Betta Care Fish Guide, Senin (7/3/2022), berikut beberapa tanda ikan cupang stres dan cara menanganinya.

Baca juga: Ikan Cupang Bisa Mengalami Stres, Ini Penyebabnya

Ilustrasi ikan cupang. FREEPIK/JCOMP Ilustrasi ikan cupang.

Tanda ikan cupang stres

1. Berperilaku aneh

Salah satu tanda pertama ikan cupang yang stres adalah berperilaku aneh. Mungkin ia tidak berenang sebanyak dulu atau mungkin kepribadiannya tampak berbeda.

Mengenali hal ini sedini mungkin adalah salah satu cara terbaik untuk menghilangkan penyebab stres pada ikan cupang sebelum semakin parah.

2. Nafsu makan berkurang

Tanda lainnya adalah nafsu makan kurang. Saat ikan cupang kehilangan nafsu makan, Anda tahu ada yang tidak beres.

Namun, jangan menganggap kurang nafsu makan sebagai tanda ikan cupang stres. Ini sering berarti banyak hal, termasuk ikan cupang Anda mungkin sakit, sembelit, atau bahkan depresi.

Baca juga: Tak Sembarangan, Begini Cara Menjemur Ikan Cupang yang Benar

Jika Anda mencoba mendiagnosis stres pada ikan cupang, maka kurangnya nafsu makan harus menjadi gejala yang menyertai.

Halaman:
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau