Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 5 April 2021, 10:03 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Minum kopi atau teh di pagi hari menjadi kebiasaan rutin sebagian besar orang. Secangkir kopi atau teh di pagi hari diyakini akan menjadi "pompa" semangat untuk menjalani aktivitas.

Namun demikian, tanaman di pekarangan rumah Anda juga dapat menikmati manfaat yang diberikan oleh teh. Teh celup bekas, baik kantong teh maupun daun tehnya, bisa dimanfaatkan sebagai kompos dan pupuk tanaman.

Dilansir dari Gardening Know How, Senin (5/4/2021), berikut penjelasan dan cara membuat kompos dan pupuk tanaman dari teh celup bekas.

Baca juga: Jangan Buru-buru Dibuang, Ini Deretan Manfaat Teh Celup Bekas

Bolehkah menggunakan teh celup bekas sebagai kompos dan pupuk tanaman?

Pertanyaan yang muncul kemungkinan adalah, "Bolehkah saya menggunakan teh celup bekas jadi pupuk tanaman dan kompos?". Jawabannya adalah ya, namun dengan beberapa peringatan.

Ilustrasi kantong teh, teh celup bekas. PIXABAY/DEVANATH Ilustrasi kantong teh, teh celup bekas.

Daun teh basah dari teh celup bekas yang ditambahkan ke tempat penampungan kompos meningkatkan kecepatan penguraian sampah organik yang akan dijadikan kompos.

Saat menggunakan teh celup bekas sebagai pupuk, baik di wadah kompos atau langsung di sekitar tanaman, pertama usahakan untuk mengidentifikasi apakah kantong teh celup dapat dibuat kompos. Adapun 20 hingga 30 persen kantong teh celup mungkin terbuat dari polipropilen, yang tidak akan terurai.

Jenis kantong teh ini mungkin licin saat disentuh dan tepinya tertutup panas. Jika demikian, buka kantong dan buang ke tempat sampah dan sisakan daun teh yang lembab untuk pengomposan.

Baca juga: 12 Bunga yang Biasa Dijadikan Teh, Tidak Cuma Melati

Jika Anda tidak yakin tentang bahan kantong teh celup saat membuat kompos, Anda dapat memasukkannya ke dalam wadah kompos dan mengambilnya kembali jika kantong tidak terurai.

Akan terlihat jelas jika kantong tersebut dapat dibuat kompos, karena cacing dan mikroorganisme tidak akan memecah bahan tersebut. Kantong teh yang terbuat dari kertas, sutra, atau muslin adalah kantong teh kompos yang cocok.

Cara menggunakan teh celup bekas jadi pupuk tanaman

Anda tidak hanya dapat membuat kompos kantong teh sebagai pupuk di tempat sampah, tetapi daun teh yang lepas dan kantong teh yang dapat dibuat kompos dapat digali di sekitar tanaman.

Menggunakan kantong teh dalam kompos menambahkan komponen kaya nitrogen ke kompos, menyeimbangkan bahan kaya karbon.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau