Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Lebih Dekat Bunga Wijaya Kusuma, "Si Queen of The Night"

Kompas.com, 22 April 2021, 16:51 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com— Bunga wijaya kusuma atau yang dikenal sebagai bunga Epiphyllum ini terkenal dengan kecantikan dan keanggunannya. Bunga yang termasuk dalam keluarga kaktus anggrek ini memiliki tampilan yang indah dan hanya mekar pada malam hari. Itulah mengapa bunga wijaya kusuma memiliki julukan Queen of The Night atau si "Ratu Malam". 

Wijaya Kusama memiliki bunga yang berbentuk besar dan melingkar, beraroma manis dan harum, serta berwarna putih dengan kelopak yang sempit menghiasi spesies bunga nokturnal ini. Pertumbuhannya rata dan panjang dengan cabang tak bertulang yang sebenarnya juga berlaku sebagai batang. 

Baca juga: Khasiat Bunga Wijaya Kusuma, Atasi Pendarahan Rahim hingga Bau Badan

Wijaya kusuma tumbuh berjuntai sehingga cocok diletakkan dalam pot gantung. Bunga ini menyukai sinar matahari pagi dan cahaya terang atau cahaya yang sedikit teduh, tetapi tidak menyukai matahari sore yang panas karena bisa membuat daunnya menguning. 

Bagi kamu yang berniat menanam atau merawat bunga wijaya kusuma, yuk kenalan dengan bunga yang dapat hidup di iklim sedang hingga tropis ini, mulai dari ciri khas, asal, cara menanam, hingga perawatannya, dilansir dari laman gardenclinic.com.au.  

Penanaman

Epiphyllum tumbuh paling baik jika dibiarkan tumbuh bersama dengan semak lain (untuk menopangnya) atau melalui pohon kecil seperti kamboja. Wijaya kusuma sangat menyukai panas dan sedikit keteduhan. Perawatannya serta proses pengembangbiakannya cenderung mudah. 

Baca juga: Simak, 7 Tips Membuat Mawar Berbunga Lebat

Asal 

Tanaman kaktus epifit ini berasal dari hutan hujan tropis Meksiko. Bunga wijaya kusuma tumbuh di puncak pohon dan hidup di permukaan tanaman lain, menumpang hidup untuk bisa keluar dari hutan bawah yang suram.

Meski menumpang tumbuh, wijaya kusuma tetap mencari makan sendiri dan tidak menyedot makanan dari inangnya. Kaktus anggrek ini memiliki berbagai varian warna, dari merah muda panas, merah, hingga putih yang banyak di pasaran.

Wijaya kusuma tumbuh paling baik dari setek daun, yang bisa langsung dipotong dan ditanam di dalam pot, tanpa harus menunggu tumbuhnya akar terlebih dahulu. 

Perawatan

Matahari pagi dapat meningkatkan jumlah bunga wijaya kusuma, tetapi batangnya bisa menguning jika terlalu terkena cahaya. Layaknya tanaman kaktus lainnya, wijaya kusuma tidak menyukai penyiraman berlebihan dan lebih menyukai musim yang sejuk. 

Beri makan selama musim semi dengan pupuk cair ringan pada musim pertumbuhan untuk mendorong lebih banyak tunas dan bunga yang mekar. Daunnya juga berperan sebagai batang yang disesuaikan untuk menempel pada pohon inang serta berfotosintesis.

Baca juga: 8 Bunga Cantik yang Cepat Mekar, Cocok di Halaman Rumah

Epiphyllum mudah tumbuh di keranjang gantung besar atau ditopang dalam pot besar dengan tiang atau teralis. Kamu juga bisa menumbuhkannya ke cabang kamboja sehingga mereka bisa berbunga pada saat yang bersamaan.

Wijaya kusuma bukan jenis kaktus yang tinggi (yang banyak ditanam orang, yang juga berbunga pada malam hari). "Ratu Malam" ini memiliki daun hijau panjang berair dan tumbuh merambat.

Tanaman ini berbunga secara nokturnal, setiap bunga hanya untuk satu malam, dengan aroma manis yang harum. Namun, ketika pagi hari, bunganya akan layu. Tanaman ini biasanya mulai berbunga saat Natal dan bisa berbunga sepanjang Januari. 

Cara Mengembangbiakan 

Untuk memperbanyak jumlah bunga wijaya kusuma, kamu dapat memotong daun tanaman yang tak sedang memiliki bunga yang kuncup di ujungnya. Biarkan mengering selama beberapa hari sebelum ditanam ke dalam pot yang telah dikeringkan dengan sangat baik. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau