Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indeks Harga Hunian Turun dalam 9 Bulan Terakhir, Suplai Meningkat

Kompas.com, 7 Mei 2021, 12:39 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks harga properti turun dalam tiga kuartal atau sembilan bulan terakhir, sementara indeks suplai naik dalam dua kuartal terakhir. Ini berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI).

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menyatakan, berdasarkan RIPMI Q2 2021, terjadi penurunan indeks harga properti, disertai kenaikan indeks suplai secara nasional pada kuartal I 2021 lalu.

"Data Rumah.com Indonesia Property Market Index pada kuartal I 2021 yang menunjukkan terjadinya penurunan harga properti namun, pasar properti nasional diperkirakan masih akan tetap stabil apalagi ada hal lain yang dapat menjaga optimisme pasar properti di 2021 dengan masih tingginya pencarian properti pada kuartal I 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya," jelas Marine dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Kiat Membuat Rumah Mewah dengan Harga Terjangkau

Rumah.com Indonesia Property Market Index Harga (RIPMI-H) pada kuartal I 2021 berada pada angka 110,3, turun 0,4 persen dibanding pada kuartal IV 2020 (qtq). Secara tahunan, indeks harga mengalami penurunan sebesar 2 persen.

Data RIPMI mencatat turunnya indeks harga properti terjadi di sejumlah provinsi. DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 0,4 persen (qtq), DI Yogyakarta turun 4,21 persen (qtq), dan Jawa Timur turun sebesar 1,64 persen (qtq).

Sementara itu, provinsi Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah masih tetap solid dengan mencatatkan kenaikan indeks harga yaitu sebesar 0,5 persen (qtq) untuk Jawa Barat, 1,62 persen (qtq) untuk Banten, dan 1,37 persen (qtq) untuk Jawa Tengah.

DKI Jakarta yang mengalami penurunan 0,4 persen kuartalan terjadi merata di seluruh wilayahnya. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat, yang turun 1,52 persen (qtq) pada kuartal I 2021. Sementara itu, Jakarta Selatan turun 1,19 persen (qtq).

Baca juga: Suku Bunga KPR Turun Tipis, Apa Kabar Harga Rumah?

Menurut Marine, turunnya indeks harga properti kuartalan selama tiga kuartal berturut-turut bukan hal yang menggembirakan. Hal ini baru pertama kalinya terjadi sejak 2015.

Meski demikian, Marine juga menegaskan bahwa pasar properti masih memiliki harapan.

Harga properti yang tinggi di wilayah Jakarta tidak mampu dicapai oleh kebanyakan pencari properti hunian saat ini. Data Rumah.com menunjukkan permintaan properti hunian terbanyak masih berasal dari kisaran harga Rp 300 juta hingga Rp 1,5 miliar.

"Sementara harga properti hunian di Jakarta saat ini dimulai dari Rp 2,2 miliar ke atas," ujar Marine.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau