Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Bagian Tubuh yang Tidak Disukai Kucing untuk Dielus

Kompas.com, 21 Mei 2021, 12:28 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kegiatan intim dan menyenangkan ketika memelihara kucing adalah mengelus-ngelus tubuh berbulunya.

Hampir setiap pemilik kucing pasti selalu mengelus tubuh kucing peliharaannya, seolah kegiatan ini terasa dibutuhkan satu sama lain. 

Baca juga: Tips Memperkenalkan Kucing pada Bayi Baru

Namun, saat mengelus-ngelus tubuh kucing, kamu harus berhati-hati. Sebab, kebanyakan kucing tidak suka dielus pada beberapa bagian tubuhnya.

Dilansir dari beberapa sumber, Jumat (21/5/2021), berikut ini adalah tiga bagian tubuh yang tidak diperkenankan kucinguntuk dielus. 

Baca juga: Berapa Banyak Kucing Harus Diberi Makan?

Ekor

Kebanyakan kucing tidak suka disentuh bagian ekornya. Sebab, ekor menjadi salah satu bagian tubuh yang sensitif bagi kucing.

Apabila kamu menyentuh bagian ekornya, kucing akan langsung menghindar, berlari menjauhi, bahkan menyerang dengan cakar dan gigi tajamnya. 

Baca juga: Catat, Ini 3 Penyakit Mental pada Kucing

Perut

Selain ekor, kebanyakan kucing juga tidak suka disentuh, apalagi dielus pada bagian perutnya. Saat perutnya dielus, kucing akan menghindar, berontak, mencakar, hingga menggigit tangan orang yang mengelus perutnya.

Perut adalah area rentan dan sensitif kucing. Bagian itu juga bukan area yang aman untuk tangan manusia. Sentuhan pada bagian perut diartikan kucing sebagai sebuah serangan dari musuh-musuhnya. 

Baca juga: 5 Fakta Tentang Kebiasaan Tidur pada Kucing

Kaki dan cakarnya


Saat kaki dan cakarnya disentuh atau dielus, kucing bisa merasa terperangkap serta membuatnya tak nyaman sehingga ia tidak menyukainya. 

Sama dengan bagian tubuh sebelumnya, kucing akan marah, berontak, bahkan mencakar apabila kaki dan cakarnya disentuh. 

Baca juga: 5 Fakta Tentang Kebiasaan Tidur pada Kucing

Namun, kucing yang bertindak demikian bukan berarti mereka bersikap menyakitimu. Hal tersebut hanya bagian dari insting bawaan kucing.

Meski demikian, penting diingat bahwa penjelasan di atas tidak berlaku untuk semua kucing. Namun, kebanyakan kucing tidak tidak menyukai perut, ekor, dan kaki atau cakarnya disentuh atau dielus. 

Baca juga: Bukan Sakit, Ini Alasan Mengapa Kucing Tidak Suka Perutnya Dielus

Kucing yang sangat percaya dengan pemiliknya atau memiliki sifat bawaan yang tenang bisa tidak agresif dan menghindar saat ekor, perut, dan cakarnya dielus.

Begitu pun, kucing yang sudah dipelihara sejak kecil tidak akan mengamuk atau melakukan perlawanan saat ketiga area tersebut disentuh atau dielus pemiliknya lantaran sudah terbiasa atau jinak. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau